Connect with us

SEKITAR KITA

Imbas Kebocoran Pipa PDAM Malang, Dishub Lakukan Rekayasa Lalin

Diterbitkan

||

Dishub Kota Malang turun tangan membantu kelancaran arus lalu lintas (Lalin) melalui rekayasa Lalin.

Memontum Kota Malang – Kebocoran pipa PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kota Malang, berimbas pada semrawutnya arus lalu lintas di sekitar di Jalan Raya Ijen, atau jalur utama Kota Malang. Maklum, pada titik kebocoran tersebut, merupakan jalur dua arah yang tanpa diberi pembatas taman median jalan.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, mensikapi hal itu, turun tangan dengan membantu kelancaran arus lalu lintas (Lalin) melalui rekayasa Lalin.

“Karena ada perbaikan pada ujung Simpang Ijen (Jalan), maka rekayasanya adalah kita tutup. Karena tadi kita coba dari Jalan Besar Ijen arah Selatan belok ke kiri, ternyata tikungan sangat tajam. Maka solusinya, kita tutup. Jadi Jalan Jakarta itu jadi dua arah tapi hanya 100 meter sampai depan Bakorwil (Badan Koordinasi Wilayah). Di sana, kemudian kita alihkan lagi ke jalan Simpang Ijen,” kata Kasi Rekayasa dan Keselamatan, Heriono.

Sekedar diketahui, volume arus lalu lintas terbanyak adalah dari arah Selatan Jalan Raya Ijen. Sehubungan dengan perbaikan dari PDAM ini, ruas Jalan Besar Ijen yang lebarnya lebih kurang 12 meter, hanya digunakan setengah jalan.

“Ruas jalan sekitar 12 meter ini, kini hanya 6 meter yang digunakan untuk jalur dua arah dari jalan Bandung maupun dari jalan Besar Ijen. Dikarenakan ruasnya menyempit, maka terjadi sedikit hambatan,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan pria yang akrab disapa Heri itu, ada pemasangan barier dan penempatan 1 regu personel Dal-Ops.

“Kita beri garis pembatas, barier dan menempatkan personel Dal-Ops untuk pengaturan disini. 1 Regu Dal-Ops kita turunkan, ada sebanyak 12 orang yang disebar dibeberapa titik untuk mengatur jalan,” jelasnya.

Penyebaran petugas pada titik lokasi dan daerah penyangga. Daerah penyangga berada di ujung barat di Jalan Jakarta, ujung selatan, Simpang Balapan, dan ujung Timur, Jalan Raung.

“Sedangkan titik inti, di Simpang Ijen ada 4 sampai 5 orang, karena volume lebih besar disini. Yang pasti petugas akan standby sampai dirasa masyarakat cukup tau persoalan disini dan sudah lancar. Tapi bukan berarti kita lepas, hanya dikurangi saja personelnya,” terangnya.

Heri berharap, pengguna jalan yang melewati area Jalan Besar Ijen agak sabar dan harus antri karena ini musibah. “Yang pasti, Dishub berusaha keras mengatur arus lalu lintas disini,” ujarnya. (cw1/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *