Connect with us

Kota Malang

Manfaat Inilah yang Diterima Penyintas Covid-19 Usai Donor Plasma

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – Terapi plasma konvalesen menjadi salah satu upaya penyembuhan bagi pasien Covid-19. Untuk bisa mencapai plasma konvalesen yang bisa diharapkan, maka tergantung dari kualitas isi antibodi.

Kepala Unit Transfusi Darah Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar (RSSA), dr. Siti Fatonah, menjelaskan bahwa kandungan dari plasma darah penyintas. “Yang terkandung dalam plasma yaitu antibodi, faktor-faktor pembekuan baik faktor yang pro koagulan maupun antikoagulan. Ada albumin, protein C dan S, cytokines anti inflamasi dan faktor-faktor lain,” terangnya, Sabtu (23/01) tadi.

Lebih lanjut dr. Siti mengatakan, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan pendonor plasma sebelum berdonasi.

“Sebelum donasi, pendonor banyak makan nasi dan minum air putih sekitar 2 sampai 3 liter per hari. Makannya, harus makanan protein tinggi. Kenapa, karena nanti itu kan otomatis banyak protein yang keluar ya. Sehingga protein albumin akan turun,” tuturnya.

Berdasarkan penuturan dr. Siti, volume plasma darah yang diambil hanya sekitar 13 persen. Sehingga pendonor tidak perlu takut kekurangan cairan karena tidak akan langsung diambil sebanyak itu. Bahkan dalam 1 tahun maksimal donor 12 liter.

“Usai donor, ini yang penting. Konsumsi minuman elektrolit karena banyak air yang diambil. Kemudian makan makanan tinggi protein, seperti ikan, putih telur, dada ayam,” urainya.

Bagi penyintas yang sudah mendonorkan plasma darahnya, bisa berdonor lagi setelah 14 hari kemudian.

dr. Siti berharap akan makin banyak penyintas yang mau mendonorkan plasma darahnya. “Ini adalah bentuk ikhtiar kita bersama dalam membantu pasien Covid-19. Tidak hanya penerima donor yang mendapat manfaat, melainkan pendonor juga,” jelasnya. Manfaat yang didapat para pendonor antara lain dapat mengetahui kondisi antibodi, cek-up darah lengkap, protein total, albumin, dan kolesterol. Selain itu bisa menerima screening Swab RT-PCR, pemeriksaan IMLTD (Hepatitis B, C, HIV, dan Sifilis), serta mengetahui adanya antibodi terhadap golongan darah. (cw1/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *