Connect with us

SEKITAR KITA

Disabilitas, Perawat dan Gizi Lengkapi Daftar Vaksinasi Simbolis Kota Malang Bersama Pemilik Juragan 99 Trans

Diterbitkan

||

Disabilitas, Perawat dan Gizi Lengkapi Daftar Vaksinasi Simbolis Kota Malang Bersama Pemilik Juragan 99 Trans
Sutiaji saat memberikan keterangan terkait siapa saja yang ikut dalam vaksinasi kloter pertama.

Memontum Kota Malang – Vaksin Sinovac kloter pertama sebanyak 10.240, sudah tiba di Kota Malang. Selanjutnya, jadwal vaksinasi simbolis pun mulai dirancang Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Jika sebelumnya sudah menyiapkan 10 daftar nama, yang salah satunya influencer pemilik Juragan 99 Trans, Gilang Widya Pramana yang akan mewakili kalangan milenial. Maka, Pemkot Malang menambah daftar penerima simbolis menjadi 13 orang.

Tiga nama baru itu, yakni dari perwakilan disabilitas, perawat dan perwakilan gizi. “Total nantinya ada 13 penerima simbolis. Tambahan 3 nama, dari disabilitas, PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) dan Persagi (Persatuan Ahli Gizi Indonesia),” kata Wali Kota Malang, Sutiaji, seusai menghadiri Musrenbang di Ngalam Command Center (NCC), Selasa (26/01) siang.

Mengenai pelaksanaan vaksinasi, Sutiaji menjelaskan, untuk pelaksanaan akan dilakukan Kamis (28/01). Kegiatan, akan dilakukan di Gedung Mini Blok Office, Kota Malang.

Lebih lanjut orang nomor satu di Kota Malang itu menyampaikan, munculnya gagasan mengajak disabilitas dalam vaksinasi simbolis, sangatlah penting. Yakni, bahwa disabilitas menjadi pilihan agar merata tidak hanya pada tokoh semata, yang menerima vaksin simbolis.

“Jadi, biar banyak lapisan ada perwakilannya. Tidak hanya tokoh atau Forkopimda (Forum Koordinasi Pemimpin Daerah). Namun, untuk nama-namanya ketiga itu belum, makanya baru kami sampaikan,” ujarnya.

Baca Juga: Ini Dia 10 Nama Penerima Vaksinasi Simbolis Kota Malang, Pemilik Juragan 99 Trans Masuk Daftar

Rencananya, setelah pelaksanaan vaksinasi simbolis, pemberian vaksin kepada tenaga kesehatan (Nakes) sebagai prioritas pertama, akan segera dilaksanakan.

“Masih menunggu petunjuk. Tetapi permintaan Pemerintah Pusat, harus sesegera mungkin. Dahulu targetnya, sampai 2021 clear dan kalau bisa tidak sampai akhir tahun sudah tuntas vaksinasi,” terangnya (cw1/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *