Connect with us

Kota Malang

Pemkot Upayakan Kota Ramah Lansia

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – Menuju Kota Malang ramah Lansia, Wali Kota bersama Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) menggelar Musrenbang Lansia, Rabu (27/01) tadi. Kegiatan yang berlangsung di Ngalam Command Center, dihadiri oleh lebih dari 100 peserta secara virtual.

Kepala Bappeda (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah), Dwi Rahayu, mengatakan bahwa Musrenbang Lansia ini bertujuan untuk mendorong partisipasi Lansia dalam proses penyusunan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) Tahun 2022.

“Kami sangat mengharapkan masukan dan saran dari stake holder penyelanggaraan pembangunan terkait usulan kegiatan yang melibatkan lansia di Kota Malang. Selain itu, juga untuk merumuskan dan menyampaikan usulan kegiatan prioritas bagi kesejahteraan lansia,” ujarnya

Ditambahkan Dwi, berdasarkan Musrenbang tahun 2020, mulai tahun 2021 sudah dianggarkan kegiatan untuk Lansia pada tingkat kecamatan dan kelurahan.

Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sudah sejak tahun 2018 melaksanakan program inisiatif penyelenggaraan Musrenbang tematik. “Salah satunya adalah Musrenbang Lansia ini, sebuah forum yang khusus mendengar suara para lansia,” kata Sutiaji.

Usulan di Musrenbang Lansia tahun 2020, sudah dimasukkan pada kegiatan RKPD 2021, sebanyak 47 persen. Sehingga, masih ada 53 persen yang belum terealisasikan dan akan dibicarakan pada Musrenbang hari ini untuk dituang dalam RKPD 2022.

“Ada 53 persen belum terealisasikan karena belum masuk pada skala prioritas. Kemudian kemarin memang kita bagi ke dinas lain yang terkait supaya diwadahi programnya. Lalu juga belum ada yang sifatnya mendesak,” tutur Sutiaji.

Dirinya menyanggah, bahwa sebanyak 26 usulan tahun lalu dari total 49 usulan, yang masuk tidak diterima karena kurangnya anggaran. “Bukan karena anggaran, tapi karena tidak masuk prioritas saja karena masih jangka panjang. Ada juga usulan tentang pemberdayaan lansia melalui UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) itu tidak dimasukkan RKPD karena bisa disinergikan dengan Diskopindag (Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan),” imbuhnya.

Orang nomor satu di Kota Malang itu berharap, misi ke 3 yang dicanangkannya bisa terealisasi. Yaitu mewujudkan Kota Malang yang rukun dan toleran berasaskan keberagamaan dan keberpihakan terhadap masyarakat rentan dan gender.

“Oleh karena itu berbagai upaya dilakukan Menuju Kota Malang layak lansia. Seperti penguatan regulasi daerah dan kelembagaan, peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan lansia. Memperkuat kemitraan pelayanan dan pemberdayaan lansia, serta meningkatkan akurasi dan cakupan perlindungan sosial lansia. Terakhir dengan membangun infrastruktur dan ruang publik ramah lansia,” ujarnya. (cw1/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *