Connect with us

Kabar Desa

Desa Pendem Kota Batu Dijadikan Wisata Lumbung Bumi

Diterbitkan

||

Memontum Kota Batu – Suksesnya pengolahan pertanian masyarakat Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu yang berlimpah ketahanan pangan menginisiasi untuk membuat wisata edukasi pertanian yang bernama ‘Lumbung Bumi’.

Camat Junrejo, Dian Saraswati, mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh masyarakat Desa Pendem terwujudnya wisata Lumbung Bumi tersebut.

“Batu terkenal dengan berbagai macam wisatanya, jadi kita harus menangkap peluang. Tidak hanya wisata buatan saja, namun wisata yang berbasis kearifan lokal juga harus dikembangkan,” urai Dian, Rabu, (27/01).

Menurut Dian, memanfaatkan lahan pertanian yang subur sebagai wisata menuai dua manfaat yaitu pertanian terjaga dan meningkatkan nilai ekonomis masyarakat.

“Dari pihak kecamatan pastinya sudah mendukung pergerakan semacam ini. Peran kami disini, menghubungkan desa dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. Yang jelas, Disparta (Dinas Pariwisata) sudah mendukung,” paparnya.

Ditemui secara terpisah, Kepala Desa Pendem, Tri Wahyono Efendi, membenarkan Dinas Pariwisata Kota Batu telah memberikan dukungan berupa pembangunan wisata di tanah kas desa seluas empat hektare. Seperti pembangunan jalan, panggung seni tengah sawah, dan saung-saung kuliner tengah sawah.

Tri Wahyono Efendi mengatakan jika Dinas Pariwisata juga akan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup untuk pengadaan tanaman dan pengolahan sampah. Supaya seluruh pengelolaan wisata menjadi ramah lingkungan.

“Tapi yang paling penting adalah SDM (Sumber Daya Manusia). Supaya Lumbung Bumi dikelola dengan baik. Selain itu, dapat bekerjasama dengan Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) dengan baik,” harapnya.
Ketika ditanya mengenai anggaran, Camat Junrejo belum dapat mengungkapkannya. Lantaran dari pihak desa masih merancangnya. Ia mengatakan anggaran bisa ditentukan ketika RAPBDes (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) telah dirampungkan oleh pihak desa.

Sementara itu, Tri Wahyono Efendi mengatakan bahwa ‘Lumbung Bumi’ ini diharapkan rampung pada tahun ini. Sehingga pada tahun 2021 desa wisata dapat diterapkan di Desa Pendem.

“Kita akan kelola menjadi desa wisata pertanian yang seluruh pengelolanya dari Desa Pendem. Karena ini juga menggunakan TKD Desa Pendem,” tegasnya. (cw2/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *