Connect with us

Probolinggo

Peringati Hari Santri Nasional, Ponpes Riyadlus Sholihin adakan Kirab Obor 5000 Santri

Diterbitkan

||

Habib Hadi Saat Melepas Kirab Obor Di halaman Ponpesnya (pix).

Memontum ProbolinggoSekitar 5000 santri di Kota Probolinggo, menggelar kirab Santri dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2017, Sabtu (21/10/2017) malam.

 

Kirab santri yang di adakan di Ponpes Riyadlus Sholihin, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo ini diawali dengan pemotongan pita pertanda pelepasan kirab dilepas. Pemotongan pita dilakukan langsung oleh Habib Zainal Abidin, selaku Pengasuh Ponpes.

 

Para santri antusias mengikuti Kirab Obor.(pix).

 

Selain membawa obor, para santri yang mengikuti kirab tersebut sebagian membawa obor elektrik dan spanduk sepanduk semangat perjuangan santri.

 

Menurut Habib Hadi, sapaan akrab Habib Zainal Abidin, pengasuh Ponpes, Kirab Santri yang dilakukan malam ini adalah bentuk memperingati HSN yang ke 3. Dan diikuti lebih dari 5000 santri.

 

“5000 lebih santri yang mengikuti kirab berasal dari ponpes di Kota Probolinggo. Ini semata untuk memperingati HSN yang ke 3,” ujarnya.

 

“Selain diikuti santri, kegiatan tersebut juga dimeriahkan grup drum band Ponpes Riyadlus Sholihin dan drum band dari TK,” ujarnya lagi.

 

“Kegiatan Kirab dalam rangka peringatan HSN ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan, karena besok pagi masih ada acara upacara yang di dalamnya ada treatrikal peran santri terkait kemerdekaan NKRI,” terang Habib Hadi, yang juga anggota DPRI di Komisi VII ini.

 

Meskipun agak panjang rute yang dilalui peserta kirab, mereka tetap bersemangat sambil melantunkan Shalawat Nabi. Rute kirab yang diambil, dimulai dari halaman Ponpes Riyadlus Sholihin menuju jalan Sukarno Hatta, jalan KH. Gusdur, jalan Brantas, kembali ke jalan Sukarno Hatta dan masuk ke Ponpes lagi.

 

Habib menambahkan, dengan diadakannya kirab santri tersebut, dia ingin mengajak para santri maupun umat muslim lainnya untuk meneguhkan NKRI.

 

“Dalam kegiatan ini kami ingin mengajak para santri untuk bisa mandiri, sesuai semboyan para santri yang ikut berjuang demi NKRI,” ujarnya.

 

“Dengan adanya HSN ini, kedepan santri harus mampu tampil di semua lini kehidupan tanpa meninggalkan kesatriannya,” tegas Habib.

 

“Apalagi kemajuan jaman seperti sekarang ini dan era globalisasi, santri harus bisa di depan,” tutupnya. (pix)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *