Connect with us

Pendidikan

Tiap Kelas SDN Purwantoro 6 Malang Terpasang Bilik, Untuk Apa ?

Diterbitkan

||

Tiap Kelas SDN Purwantoro 6 Malang Terpasang Bilik, Untuk Apa

Memontum Kota Malang – Beberapa ruang kelas di SDN Purwantoro 6 Kota Malang, tampak memiliki pembatas seperti bilik di tiap mejanya.

Bilik-bilik itu, diketahui terpasang sejak awal tahun 2021 dan terbuat dari akrilik di sekolah yang terletak di Jalan Karya Timur, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing.

Kepala Sekolah SDN Purwantoro 6, Siti Khotimah SPd MPd, merupakan upaya persiapan pembelajaran tatap muka.

“Beberapa waktu lalu, kan ada wacana Januari dimulai pembelajaran tatap muka. Jadi kami menyiapkan standart protokol kesehatannya. Salah satunya, adalah pemasangan bilik ini,” terangnya, Jumat (19/02) tadi.

Baca Juga: Wawali Malang Resmikan IPAL SDN Purwantoro 6, Air Bekas Wudhu Diolah Dialirkan ke Budidaya Ikan

Meskipun kala itu masih wacana, namun dirinya bersama semua perangkat sekolah, tetap berjaga-jaga. Karena menurut wanita yang akrab disapa Siti itu, murid SD lebih rawan melanggar protokol kesehatan saat di sekolah.

“Yang namanya anak SD, ya seperti itu. Kadang seperti sudah dijelaskan tidak boleh melepas masker, pasti masih akan dilanggar. Nah, supaya meminimalisir terkena droplet dari teman lain, maka di tiap kelas kita kemas seperti ini,” jelasnya sambil menunjukkan bilik meja.

Sehingga, tiap murid di kelas tersebut, diharapkan juga mampu belajar bertanggung jawab dengan fasilitas sekolah. Pasalnya, dana yang digunakan berasal BOSNAS (Bantuan Operasional Sekolah Nasional).

“Siapa yang duduk di sini, ya dia yang berkewajiban menjaga. Jangan sampai rusak. Tapi ini baru 3 dari 6 kelas. Karena saat itu (rencana, red) kan wacananya masuk 50 persen. Jadi, kami juga pasang hanya 50 persen dari jumlah total kelas,” tambahnya.

Hingga akhirnya, keluarlah keputusan dari Pemerintah Kota Malang, bahwa tatap muka ditunda. Dan pembelajaran tetap dengan melalui daring.

“Tapi endingnya harus ditunda lagi, kami pihak sekolah hanya sebagai pelaksana saja dan mengikuti aturan yang berlaku. Yang pasti kami tetap bersiap penegakan protokol kesehatannya, kalau kalau kembali lagi luring,” tuturnya. (cw1/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *