Connect with us

SEKITAR KITA

UPT Metrologi Legal Bersama BSML Lakukan Pengawasan Barang Dalam Kemasan Terbungkus

Diterbitkan

||

UPT Metrologi Legal Bersama BSML Lakukan Pengawasan Barang Dalam Kemasan Terbungkus

Memontum Probolinggo – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo, melalui UPT Metrologi Legal bersama dengan Balai Standarisasi Metrologi Legal (BSML) Regional II Yogyakarta Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, melakukan pengawasan Barang Dalam Kemasan Terbungkus (BDKT) terhadap produk Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di Kabupaten Probolinggo, Sabtu (20/02) tadi.

Produk IKM yang dilakukan pengawasan BDKT tersebut, diantaranya IKM Mbak Mus yang ada Desa Kedungrejoso, Kecamatan Kotaanyar, Kelompok Usaha Bersama (KUB) Amanah Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih dan CV Dua Putri Sholeha Desa Tegalrejo, Kecamatan Dringu.

Dalam pengawasan BDKT tersebut, Penera (profesi yang lingkup pekerjaannya meliputi proses TERA terhadap semua jenis alat ukur yang digunakan dalam proses transaksi jual beli) dan Penyidik dari BSML Regional II Yogyakarta Kemendag RI, didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo, Taufik Alami, dan Kepala UPT Metrologi, Legal Diyah Setyo Rini, melakukan pengecekan isi dari masing-masing BDKT produk IKM.

Setiap produk IKM, diambil sebanyak 20 sampel dan dilakukan pengecekan isi kemasannya. Baik yang sudah dipacking, maupun kemasan kosong dengan labeling.

Penera BSML Regional II Yogyakarta, Arif Nurjaya, menyampaikan bahwa kedatangannya di Kabupaten Probolinggo, dalam rangka pengawasan BDKT. Salah satu contohnya, dengan melakukan pengecekan kebenaran akan kuantitas atau isi dari masing-masing BDKT.

“Misalnya kemasan bersihnya tertera 120 gram, maka kami mengecek apakah benar isinya seperti itu. Nantinya, dijumlah sebanyak sampel yang ada di sini,” ujarnya.

Baca Juga: Kodim Probolinggo Siagakan 30 BKO Pasmar 2 Sidoarjo Cegah Kerumunan Masa

Menurut Arif, tujuan dari pengawasan BDKT ini adalah untuk melindungi konsumen. Jadi, konsumen ketika membeli suatu produk yang tertera isi bersihnya, konsumen bisa mendapatkan sesuai dengan haknya. Sasarannya, adalah IKM sampel untuk memperoleh gambaran secara umum.

“Ketika ada produk dengan kemasan yang kurang, kami akan bersurat ke Kepala Dinas, untuk melakukan sosialisasi terhadap kebenaran akan kuantitas dari suatu produk. Ke depan, harapannya Disperindag bisa melakukan pengawasan ini secara mandiri. Sehingga, bukan hanya sample dari beberapa IKM, tetapi semua IKM bisa dilakukan pengawasan dengan baik,” harapnya.

Kepala UPT Metrologi Legal Disperindag Kabupaten Probolinggo, Diyah Setyo Rini, mengungkapkan bahwa pengawasan BDKT ini menjadi salah satu tugas dari metrologi. Namun, di Kabupaten Probolinggo sejauh ini masih belum menyentuh pada BDKT. Tetapi, rencananya tahun ini akan melakukan pengawasan BDKT. Khususnya, yang ada di IKM di Kabupaten Probolinggo.

“Kesiapan kami untuk SDM sebetulnya masih terbatas. Kami hanya memiliki satu orang pengamat tera. Namun dengan adanya satu orang pengamat tera ini akan kami maksimalkan dalam melakukan pengawasan BDKT,” ungkapnya.

Ke depan, tambahnya, kami bertekad akan melaksanakan pengawasan BDKT. Sebab, BDKT ini masih belum familiar di masyarakat, khususnya pelaku usaha IKM. “Dengan sosialisasi tersebut, nantinya ke depan kami berharap para pelaku IKM dapat memperhatikan ketentuan-ketentuan yang ada dalam peraturan BDKT. Baik itu secara kuantitas maupun labeling,” tegasnya.

Sedangkan Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo, Taufik Alami, mengatakan pengawasan BDKT dari BSML Regional II Yogyakarta ini dilakukan terhadap isi produk dan kesesuaiannya. Artinya, di sini bagaimana Kabupaten Probolinggo menjadi daerah yang tertib ukur, konsumen tidak dirugikan dan kepercayaan konsumen juga terjaga.

“Pelaku usaha juga merasa terbantukan, karena masyarakat selaku konsumen akan percaya bahwa poduk yang diproduksi adalah produk yang sudah melalui suatu tera atau sudah diuji akan kuantitasnya,” katanya.

Taufik mengingatkan, agar jangan sampai dalam suatu produk itu isinya misalkan 100 gram tertera di kemasannya, ternyata tidak sampai 100 gram.

“Untuk ke depannya kami akan melakukan pembinaan di IKM yang ada di Kabupaten Probolinggo. Kami akan komitmen sesuai dengan anjuran dari Ibu Bupati bagaimana tata niaga itu dilakukan secara aman,” paparnya.

Selain produk IKM, pengawasan BDKT selama 2 (dua) hari tersebut, juga dilakukan terhadap SPBU Sinto Dringu, Pegadaian Paiton, JNT Paiton, Pasar Paiton, 2 toko emas di Pasar Dringu, Pasar Bawangan Dringu serta Pasar Dringu. (geo/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *