Connect with us

SEKITAR KITA

Vaksin Tahap II untuk Organisasi Profesi dan Petugas Publik Malang Telah Tiba

Diterbitkan

||

Vaksin Tahap II untuk Organisasi Profesi dan Petugas Publik Malang Telah Tiba

Memontum Kota Malang – Vaksin untuk rencana vaksinasi tahap II sudah tiba di Kota Malang. Hal itu, disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Sri Winarni, disela-sela kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Imunisasi Covid-19, di salah satu hotel Kota Malang, Selasa (23/02).

“Vaksin untuk petugas publik di tahap kedua sejumlah 40.600 vial. Selanjutnya, kami akan melakukan pemetaan dari sasaran petugas publik yang kita prioritaskan dulu,” ungkap Sri.

Baca: Vaksinasi Tahap II Gunakan Vaksin Buatan Bio Farma, Ini Penjelasan Satgas Covid-19 Malang

Lebih lanjut dirinya mengatakan, saat ini pendataan penerima vaksin berbasis instansi. Hal tersebut, dilakukan untuk memudahkan Dinkes memonitor berapa banyak yang sudah maupun belum menerima vaksin.

“Pendataan berbasis instansi ya, supaya mudah. Misal instansi A jumlahnya 100, yang sudah 80, yang belum 20. Karena saya minta usulan itu by name, by address. Sehingga saya mudah ngeceknya yang sudah mana, yang belum mana, atas dasar instansi itu,” beber Sri.

Tidak hanya instansi, pihaknya juga mendata berdasar organisasi. Seperti yang akan dilakukan untuk mendata jurnalis di Kota Malang.

“Seperti teman-teman media, saya akan meminta melalui Kabag Humas pendataannya di 3 organisasi. Ada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI). Jadi, nanti saya tinggal ngecek ke masing-masing organisasi,” tuturnya.

Oleh sebab itu, pihaknya tidak menghimpun data melalui Google Drive yang malah akan menimbulkan kesulitan.

Data yang terkumpul hingga saat ini pun lebih dari 18.000 penerima untuk kategori petugas pelayanan publik.

Baca juga: Vaksinasi Termin II, Wawali Malang Sebut Tidak Ada Perbedaan

“Ini pendataan sudah kita lakukan mulai tanggal 8 Februari lalu sampai sekarang, itu banyak yang sudah masuk, tapi banyak juga yang belum masuk. Sehingga pendataan terus berproses, karena prinsipnya adalah semua petugas pelayanan publik harus mendapat vaksinasi. Sementara dari data 2 hari lalu sudah mencapai 18.000 yang masuk,” tambahnya.

Seperti diketahui, vaksinasi tahap dua nantinya akan menyasar pada petugas pelayanan publik. Seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, guru, maupun jurnalis. (cw1/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *