Connect with us

Kota Batu

PPKM Skala Mikro Tahap I Rampung, Angka Konfirm Covid-19 Batu Mengalami Kenaikan

Diterbitkan

||

Momentum Kota Batu – Selama dua minggu terakhir, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di sejumlah wilayah Jawa Timur. Hal tersebut, berdasarkan Intruksi mendagri Nomor 3 Tahun 2021, bahwa Jawa Timur termasuk dalam daerah yang mendapatkan instruksi untuk pelaksanaan PPKM mikro dengan daerah prioritas salah satunya adalah Malang Raya.

Setelah pemberlakuaan PPKM Skala Mikro tahap I atau berakhir 22 Februari kemarin, Pemprov Jawa Timur menggelar rapat evaluasi secara virtual bersama Kepala Daerah dan Forkopimda Jawa Timur.

Evaluasi ini, pun turut diikuti Wali Kota Batu, Hj Dewanti Rumpoko, di Ruang Rapat Utama Balaikota Among Tani, Selasa (23/02) tadi. Wali Kota Batu melaporkan, bahwa selama dua pekan penerapan PPKM Mikro di Kota Batu, angka pasien terkonfirmasi positif meningkat.

Baca Juga : Penyidik KPK Periksa Sekda Batu dan Pengelola Predator Fun Park, Terkait Dugaan Penerimaan Gratifikasi Pemkot Batu

Data sebaran Covid-19 di Kota Batu, per 22 Februari 2021, hampir setiap hari 1 hingga 2 pasien positif Covid-19 dilaporkan meninggal. Dengan rentang usia di atas 50 tahun. “Hari terakhir PPKM Mikro, angka konfirm Covid-19 di Kota Batu mengalami kenaikan. Hal ini, dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang bekerja ke luar kota dan menggelar hajatan,” kata Wali Kota.

Pihak Pemerintah Kota Batu juga telah mengantisipasi, bagi masyarakat yang menggelar hajatan untuk meminimalkan jumlah undangan dan kerumunan. Namun, peningkatan kasus tetap terjadi karena banyak keluarga yang bersangkutan datang dari luar kota.

Sementara itu, Kasdam V Brawijaya, Suharyanto, mengatakan penambahan kasus konfirm yang terjadi di Kota Batu harus menjadi evaluasi bersama agar tidak terjadi lonjakan.

“Penambahan ini perlu diwaspadai bersama, salah satu kegiatan PPKM Mikro adalah mengurangi mobilitas. Hal ini, menjadi evaluasi dan perhatian bersama, agar tidak memunculkan cluster baru,” katanya. (kom/bir/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *