Connect with us

Hukum & Kriminal

Tiga Santriwati Annidhamiyah Pamekasan Meninggal Tertimbun Longsor, Dua Lainnya Masih Dilakukan Pencarian

Diterbitkan

||

Memontum Kota Pamekasan – Nasib tragis dialami tiga Santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Annidhamiyah di Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Rabu (24/02) dini hari. Ketiganya ditemukan meninggal dunia, setelah tertimbun tanah longsor yang mengenai asrama pondok tempat mereka tidur dan bangunan kelas.

Selain mengakibatkan tiga Santriwati meninggal, kejadian itu juga membuat dua santriwati, masih dalam upaya pencarian petugas bersama warga. Hingga sore ini, nasib keduanya masih belum ditemukan.

Sebelum kejadian naas itu berlangsung, hujan deras mengguyur Dusun Jepun, Desa Bindang, sejak Rabu (24/02) dini hari. Selain diguyur hujan, angin kencang juga melanda kawasan itu.

Saat semua santriwati tengah terlelap, secara tiba-tiba tebing yang tingginya kurang lebih 70 meter dan bersebelahan dengan bangunan kelas dan asrama santriwati, roboh akibat longsor.

Kontan, sebanyak 47 santriwati yang tengah tidur, sontak bangun dan berhamburan kabur saat mendengar dentuman keras dari longsoran tebing.

Baca Juga : Hujan Deras, Dapur Rumah Warga di Banyuglugur Situbondo Longsor

Seorang warga setempat, Rahman, mengatakan kalau hujan sebenarnya berlangsung sejak Selasa (23/02) malam. “Tebing itu mulai runtuh sekitar pukul 00.30. Akibat longsor, membuat 5 santriwati tertimbun tanah longsoran dan matrial. Tiga sudah berhasil ditemukan, sedangkan dua korban lainnya, masih dalam pencarian di dalam reruntuhan tanah, ” ujarnya.

Berdasarkan keterangan salah satu Babinsa Kodim Pamekasan, yang membantu melakukan pencarian korban, mengatakan jika tebing itu longsor akibat dampak hujan lebat dengan intensitas yang cukup tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Pasean.

Pengasuh Pondok Pesantren Annidhamiyah, KH Muhaidi, mengungkapkan bahwa kelima santriwatinya yang tertimbun, diantaranya, satu orang masih duduk di bangku SMA. Lalu, satu santriwati duduk di bangku MI (madrasah ibtidaiyah) dan tiga orang duduk di bangku SMP.

Kapolres Pamekasan, AKBP Apip Ginanjar, melalui Kapolsek Pasean Iptu Togiman, membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, hingga saat ini intensitas hujan masih tinggi. Sementara terhadap korban yang tertimbun, masih dilakukan pencarian.

“Ini menjadi kendala dalam mengevakuasi korban yang masih tertimbun,” paparnya.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah personel TNI, Polri, BPBD dan masyarakat setempat, masih melakukan upaya pencarian. Termasuk, mengevakuasi terhadap sejumlah barang berharga di sekitar Pondok Pesantren Annidhamiyah yang terkena dampak longsoran tebing. (fid/adi/sit)

Berikut data kelima santriwati Ponpes Annidhamiyah yang tertimbun longsor dan tiga diantaranya sudah ditemukan.

1. Rubiatul Adhaia, santriwati berusia 14 tahun, warga Desa Poreh, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang.

2. Siti Khomariyah, santriwati berusia 16 tahun, warga Kecamatan Sumber Jambi, Kabupaten Jember.

3. Santi, santriwati berusia 14 tahun, warga Desa Dukuh Mencek, Kecamatan Suko Ramli, Kabupaten Jember.

4. Nur Aziza, santriwati berusia 13 tahun, warga Desa Dukuh Mencek, Kecamatan Suko Ramli, Kabupaten Jember.

5. Nabila, santriwati berusia 12 tahun, warga Desa Sempong Barat, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *