Connect with us

SEKITAR KITA

Awali Gerakan Santri Bermasker, Polres Situbondo Serahkan Bantuan Masker ke Ponpes Salafiyah

Diterbitkan

||

Memontum Situbondo – Kapolres Situbondo, AKBP Ach.Ach. Imam Rifai, SH, SIK, M.PICT, M.ISS mengikuti kegiatan pencanangan Gerakan Santri Bermasker secara serentak di wilayah Jawa Timur melalui virtual video conference, bertempat di ruang vidcon Polres Situbondo, Kamis (25/02) tadi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolres Situbondo, AKBP Ach.Ach. Imam Rifai, SH, SIK, M.PICT, M.ISS, Dandim 0823 Situbondo, Letkol Inf Neggy Kuntagina, SIP., Sekda Situbondo, Drs. H. Syaifullah, MM. PD. Muhammadiyah Kab. Situbondo, Drs. Syamsuri, M.Pd. Sekertaris PCNU Kabupaten Situbondo, Zaini, S.H. Perwakilan MUI Kabupaten Situbondo, Kh. Syaiful Rohim, Kasi Pontren Kemenag Kabupaten Situbondo, Rif’an Junaidi, S.Ag. Perwakilan Ponpes Salafiyah Safi’iyah Sukorejo, dan Ketua Tim Tangguh, Dr. Khoirul Anwar serta Perwakilan Ponpes Walisongo Situbondo.

Dalam sambutannya, Kapolda Jawa Timur mengatakan, pencanangan Gerakan Santri Bermasker ini merupakan bagian penting dalam penanganan dan pencegahan wabah Covid-19 di Jawa Timur. Kapolda yakin dengan jumlah pesatren dan santri di Jawa Timur yang jumlahnya ribuan itu bisa memutus mata rantai virus Corona atau Covid-19. 

“Kami mempunyai pemikiran bahwa santri akan menjadi basis yang kuat dan penting dalam menghadapi Covid-19,” ucap Kapolda Jawa Timur pada Launching Pencanangan Gerakan Santri Bermasker. 

Dalam acara ini, Kapolda Jawa Timur membagikan masker sebanyak 1,2 juta lebih secara simbolis yang di terima oleh perwakilan santri yang mengikuti acara. Tak lupa Kapolda Jawa Timur mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Jawa Timur, para Kiai, Ulama dan Santri atas sinergitas yang telah di bangun selama ini, bersama TNI, Polri dan Pemerintah Daerah, serta seluruh Kamtibmas di Jawa Timur, yang berjalan kondusif dan baik. 

“Saya mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk bermunajat dan berdo’a bersama-sama memohon pertolongan kepada Tuhan yang Maha Kuasa, semoga kita semua dapat terbebas dari Covid-19 demi terwujudnya Jawa Timur bangkit dan Indonesia maju,” ucap Irjen Pol Nico Afinta dalam sambutannya. 

Baca Juga : Wakil Ketua Komisi I DPRD Situbondo Soroti Kekurangan Dokter Spesialis Berstatus PNS

Dalam kesempatan ini, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan bahwa ingin memanggil kembali memori warga bangsa, terutama Jawa Timur. Yang lebih spesifik adalah penguatan bermasker tetap bisa menjadi bagian dari pelaksanaan disiplin protokol kesehatan. 

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengatakan penguatan bermasker bagi para santri ini diyakini bisa menjadi bagian dari pelaksanaan disiplin protokol kesehatan, apalagi kondisi lingkungan di pondok pesantren banyak hal yang harus dikawal dalam penerapan 3M bahkan sekarang 5M, ini menjadi bagian yang kita konsolidasikan seiring dengan vaksinasi,” Papar Gubernur Jawa Timur.

Usai acara virtual zoom, Kapolres Situbondo menyampaikan bahwa pihaknya telah mensosialisasikan Gerakan Santri Bermasker ini ke beberapa pondok pesantren di wilayah Kabupaten Situbondo,

“Dalam rangka mendukung program Kapolda Gerakan Santri Bermasker ini kami telah mengecek protokol kesehatan di beberapa pondok pesantren dan menyampaikan Gerakan Santri Bermasker ke semua Ponpes, dengan harapan seluruh Ponpes di Situbondo mematuhi protokol kesehatan 5M guna antisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Situbondo,” tutur Kapolres Situbondo. Kapolres Situbondo bersama Dandim 0823 dan Sekda juga menyerahkan bantuan masker untuk pondok pesantren yang diwakili secara simbolis oleh Pengurus Ponpes Salafiyah Safi’iyah Sukorejo Situbondo, Ketua Tim Tangguh, Dr. Khoirul Anwar. (mam/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *