Connect with us

SEKITAR KITA

Jalur Utama Probolinggo Dihajar Banjir, Kemacetan Kendaraan Mengular 1 Kilometer

Diterbitkan

||

Memontum Probolinggo – Hujan deras kurang lebih sekitar tiga jam membuat jalur Selatan di Jalan Raya Ir Hamka Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, terendam banjir, Jumat (26/02) tadi. Air menggenangi Jalan Raya dan membuat arus lalu lintas dari Probolinggo -Situbondo dan Probolinggo – Surabaya macet hingga sepanjang 1 kilometer.

“Hujan deras dengan intensitas tinggi membuat beberapa sungai di Kecamatan Wonoasih dan Kademangan, tidak bisa menampung besarnya debit air. Akibatnya, air meluap ke persawahan dan pemukiman warga. Air juga meluber ke Jalan Raya Utama di Probolinggo. Sehingga, arus lalu lintas macet dari Timur maupun dari Barat,” ujar Kapolsek Wonoasih, Kompol Kuzaini, Jumat sore.

Banjir merendam ke jalanan sepanjang 1 kilometer di Kecamatan Wonoasih dan di Kecamatan Kademangan. Akibatnya, kemacetan mengular hingga 2 kilometer. Sejumlah petugas kepolisian, pun turun ke jalan untuk mengatur arus lalu lintas.

Baca Juga : Koramil Kapongan Situbondo Bersama Perangkat Antisipasi Banjir

Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota, AKP Tavip Haryanto, mengatakan semua anggota Satlantas dan dibantu petugas dari polsek diterjunkan untuk mengantisipasi kemacetan panjang dan membantu kendaraan yang terjebak banjir.

“Semua anggota Satlantas kami terjunkan dan dibantu personel dari polsek dan Satuan Sabhara Polres Probolinggo Kota, mengatur kemacetan arus lalu lintas dan membantu kendaraan para pengguna jalan yang mengalami kemacetan,” katanya.

Selain membanjiri sepanjang jalan utama, banjir juga masuk ke rumah warga. Yang paling parah, dampak banjir terjadi di wilayah Kecamatan Kademangan.

“Meski begitu, sejak sekitar pukul 18.00, hujan mulai reda dan genangan air yang masuk ke rumah warga berangsur surut. Tidak ada korban jiwa dalam banjir ini,” terang Kalaksa BPBD Kota Probolinggo, Sugito Praseto.

Sugito juga menyebut, bahwa air juga meluap dan merendam Jalur Pantura. Akibat adanya banjir kiriman dari sungai legundi Kabupaten Probolinggo.

“Diharapkan masyarakat tetap mewaspadai kejadian serupa karena akhir Februari merupakan puncak musim hujan menurut informasi dari BMKG yang kita terima,” jelasnya. (geo/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *