Connect with us

Berita Nasional

Buktikan Komitmen Negara Melindungi WNI, KBRI Antananarivo Antarkan Kepulangan 7 WNI

Diterbitkan

||

Buktikan Komitmen Negara Melindungi WNI, KBRI Antananarivo Antarkan Kepulangan 7 WNI

Memontum Jakarta – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Antananarivo, membuktikan komitmen negara melindungi WNI (warga negara Indonesia) di luar negeri.

Seperti yang dilakukan pada Jumat (26/02) kemarin, KBRI Antananarivo mengantarkan kepulangan tujuh WNI yang sebelumnya bekerja di sebuah kapal ikan berbendera Tiongkok.

WNI yang berhasil diselamatkan, akan pulang menggunakan pesawat Emirates dan dijadwalkan tiba pada malam hari ini.

Awalnya, pada hari Minggu (14/02) lalu, KBRI Antananarivo telah menerima pengaduan dari keluarga ABK di Indonesia.

Pengaduan itu, menerangkan bahwa ada tujuh ABK WNI mendapatkan perlakuan yang kurang manusiawi di kapal tempatnya bekerja.

Selama 17 bulan sejak berangkat berlayar, WNI belum pernah berkabar dengan keluarganya. Jam kerja rata-rata hingga 20 jam sehari, kekerasan fisik maupun verbal dari pimpinan serta makanan yang tidak memadai juga dialami oleh para WNI.

Menanggapi laporan tersebut, KBRI Antananarivo bergerak cepat dan berkoordinasi intensif dengan pihak terkait di Seychelles.

Yakni, Kementerian Luar Negeri Seychelles, Coast Guard, Agen Seychelles, Koordinator WNI di Seychelles serta Konsul Honorer RI di Syechelles.

KBRI juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait di Indonesia, yakni keluarga ABK, Serikat Awak Kapal Transportasi Indonesia (SAKTI) serta PT Rajawali Crew Atlantik (RCA). Pihak Coast Guard Seycheles, segera bergerak melihat kapal dan kondisi para ABK WNI.

Dari hasil rapat antar instansi Seychelles dan koordinator WNI pada 19 Februari 2021, diputuskan untuk melarang kapal ikan tersebut berlayar karena kondisi tidak layak.

Rapat juga memutuskan, agar ABK WNI segera dipulangkan atas biaya agen kapal ikan di Seychelles pada 26 Februari 2021.

BACA JUGA: KKP bersama Masyarakat Cirebon dan Indramayu Kampanyekan Stop Cemari Laut

Sambil menungggu kepulangan ke Indonesia, KBRI Antananarivo, memberikan bantuan makanan dan logistik kepada ABK di kapal melalui koordinator WNI dengan didampingi Coast Guard Seychelles. Karena protokol kesehatan Seychelles, melarang ABK menunggu kepulangannya di darat.

Selain kebutuhan logistik, KBRI Antananarivo, memberikan bantuan pulsa telpon agar ABK dapat berkomunikasi dengan masing-masing keluarganya di tanah air.

Kepada WNI ABK, KUTAP RI di Antanarivo, Benny Yan Pieter Siahaan, mengucapkan selamat jalan dan sampai tujuan di tanah air dengan selamat serta segera berkumpul dengan keluarga.

“Saya berharap, kedepannya agar senantiasa menjalin koordinasi dengan KBRI setempat saat bekerja lagi di luar negeri,” katanya, Sabtu (27/02) tadi. (hms/lun/aye)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *