Connect with us

Pemerintahan

Bupati Trenggalek Serahkan SK Kepada 162 PPPK

Diterbitkan

||

Bupati Trenggalek Serahkan SK Kepada 162 PPPK
Penyerahan SK kepada PPPK oleh Bupati Trenggalek di pendopo Manggala Praja Nugraha.

Memontum Trenggalek – Sebanyak 162 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hasil seleksi tahun 2019 lalu, akhirnya menerima Surat Keputusan dari Bupati Trenggalek.

Pengambilan sumpah dan pelantikan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan di 3 tempat berbeda yaitu Pendapa Manggala Praja Nugraha, Graha Bhawarasa, dan Aula Dinas Dikpora.

Dari 162 PPPK tersebut diantaranya terdiri dari formasi tenaga pendidik sejumlah 101 pegawai dan penyuluh pertanian sejumlah 61 pegawai.

BACA JUGA: Bupati Trenggalek Sampaikan Poin Penting Penyusunan KLHS RPJMD 2021-2026

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, dalam sambutannya mengungkapkan perasaan haru atas diangkatnya para pegawai yang sebelumnya selama bertahun-tahun merupakan tenaga honorer tersebut.

“Saya sangat terharu tadi mendengar 17 tahun mengajar sebagai honorer, 18 tahun, kemudian 13 tahun menjadi penyuluh pertanian, dan saat ini baru ditetapkan sebagai PPPK dan tidak otomatis, ini juga dengan perjuangan,” ucap Bupati Arifin, Senin (01/03/2021) siang.

Sebelumnya, mereka juga mengikuti proses pendaftaran hingga tes dan akhirnya saat ini ditetapkan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

“Sekali lagi saya ucapkan selamat. Semoga kedepannya bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat di Trenggalek,” imbuhnya.

Setelah diangkat, Bupati Nur Arifin juga berharap di sisa pengabdiannya semakin bersemangat dalam bekerja. Dan untuk para tenaga pendidik, Bupati meminta untuk menyiapkan diri untuk menerima vaksinasi.

“Setelah semua tenaga pendidik divaksinasi, kita akan membuka pembelajaran tatap muka secara bertahap, mungkin bisa jadi masuk setiap hari kemudian setiap kelas dibagi 2 sesi, dan setiap satu sesi masuk tidak lebih dari 3 atau 4 jam, kemudian pulang tanpa istirahat,” kata Bupati.

Dengan begitu, dirasa akan lebih efektif dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ada.

“Sehingga nanti bisa efektif, 6 jam atau 8 jam untuk para guru di sekolah setiap harinya, menggunakan protokol kesehatan, tapi yang paling penting dipastikan para bapak ibu guru harus tervaksinasi,” jelasnya.

Selebihnya Kabupaten Trenggalek, KLIK DISINI…

Sementara untuk penyuluh pertanian, Bupati menyampaikan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah bagaimana mengurangi biaya produksi dari para petani dengan menggalakkan pembuatan pupuk organik cair lewat Badan Usaha Milik Petani.

“Nanti saya berharap para penyuluh juga bisa mencari solusi, khususnya untuk tanaman pangan untuk ketahanan pangan di Kabupaten Trenggalek, jangan sampai ada yang gagal panen hanya karena tidak ada pupuk atau irigasinya kurang atau tidak dapat mengantisipasi kejadian hama dan sebagainya,” pungkas Bupati Arifin. (mil/syn)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *