Connect with us

Kota Malang

Rayakan 5 Tahun, GI BEI Unisma Gelar Seminar Nasional Secara Luring Dan Daring

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (GIBEI) Universitas Islam Malang (Unisma) genap berusia 5 tahun, Selasa (02/03). Merayakan berdirinya GIBEI dengan menggelar Seminar Nasional dengan tema ‘Peluang dan Tantangan Investasi Pasar Modal di Era Disrupsi’ secara luring dan daring.

Kegiatan Puncak 5th Anniversary GI BEI FEB UNISMA bertempat di K.H Abdurahman Wahid Hall Gedung Pasca Sarjana Lantai 7 Unisma ini mendatangkan 4 narasumber. Antara lain Kepala Dewan Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan, Lutfi Zain Fuady, Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia, Hasan, Fawzi, Head of Market Development PT Indopremiere Sekuritas, Muhammad Bayu Adiputro Kusuma Utomo, dan Praktisi serta Pengamat Pasar Modal, Drs Imam Subekti.

Berkaitan dengan kegiatan ini, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisma, Nur Diana SE MSi, dalam sambutannya mengapresiai peringatan anniversisary ini.

“Galeri Investasi BEI FEB Unisma sudah menginjak 5 tahun, alhamdulillah banyak bermanfaat untuk sarana edukasi dan sosialisasi pasar modal kepada mahasiswa maupun masyarakat. Melalui berbagai kegiatan seminar nasional, sekolah pasar modal, klinik, Goes to School, Goes to pesantren,” ungkapnya.

Disisi lain, dirinya mengatakan bahwa sudah banyak prestasi yang dicapai Galeri Investasi ini. Antara lain mampu meraih 10 besar Kompetisi 10DC yang digelar Bursa Efek Indonesia tahun 2019.

Baca Juga : Dikbud Kota Malang Akan Buat Kurikulum Muatan Lokal Hadapi PJJ

“Alhamdulillah, bahkan di masa pandemi kita malah berturut- turut peringkat 1 pada K10DC pada periode 2 dan 4. Serta 10 besar pada periode 3,” tambah wanita yang akrab disapa Diana itu.

Menurutnya, keberadaan pasar modal di Indonesia merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan perekonomian nasional. Terbukti telah banyak industri dan perusahaan yang menggunakan institusi ini sebagai media untuk menyerap investasi dan media untuk memperkuat posisi keuangannya.

“Secara faktual pasar modal telah menjadi pusat saraf finansial, pada dunia ekonomi modern saat ini. Bahkan perekonomian modern tidak mungkin, dapat eksis jika pasar modal tidak tangguh dan tidak mampu berdaya saing global,” imbuhnya.

Sebagai sarana investasi, lanjut Diana, pasar modal telah menghadapi berbagai tantangan era disrupsi.

“Diantaranya perkembangan teknologi yang demikian cepat, dan masif telah mendobrak kemapanan kinerja berbagai bisnis yang masih berjalan konvensional. Tak terkecuali di industri jasa keuangan dan pasar modal nasional. Dengan kemunculan e-commerce membuat akses masyarakat berinvestasi di pasar modal semakin mudah dan cepat,” pungkasnya. (cw1/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *