Connect with us

Kota Malang

Wali Kota Kunjungi Penghuni Yayasan Bhakti Luhur yang Reaktif dan Isolasi Mandiri di Asrama

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Sutiaji, meninjau Yayasan Bhakti Luhur, Rabu (03/03) siang ini. Pasalnya orang nomor satu di Kota Malang itu ingin mengetahui kondisi isolasi mandiri yang dijalankan penghuni Yayasan Bhakti Luhur paska 170 penghuninya yang terdiri dari pengasuh dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) reaktif covid-19.

Disampaikan Sutiaji pada awak media usai peninjauan bahwa sarana dan prasarana di yayasan ini sudah memadahi untuk dilakukan isolasi mandiri.

“Disini sarana prasarana tercukupi dan alhamdulillah ini sudah ada dr. Totok, dimana beliau adalah penanggung jawabnya. Jadi saya kira ini sudah sesuai dengan SOP protokol Covid-19 ketika melakukan isolasi mandiri,” jelasnya.

Tak hanya itu, tersedianya lapangan, pengetahuan para pengasuh tentang cara memberi asupan makanan, dan terlibatnya tenaga kesehatan (nakes) dari Puskesmas Mulyorejo, diharapkan mampu menunjang penghuni yang lakukan isolasi mandiri.

Lebih lanjut, dirinya menyampaikan bahwa isolasi mandiri dilakukan karena mayoritas yang terpapar adalah ABK. Dimana mereka harus mendapat perlakuan khusus, dan pengasuh di yayasan ini sudah terlatih untuk itu.

“Kenapa kok tidak ditaruh di rumah isolasi atau di Rumah Sakit Lapangan? Ini ada yang harus mapah masuknya, pakai kursi roda, dan seterusnya. Jadi diperlukan keahlian untuk mengurus adik-adik disini, dan itu oleh para pengasuh nya sudah lebih ngerti. Cuma tetap pakai protokol kesehatan (prokes) Covid-19,” tambahnya.

Menurut pemilik kursi N1 ini, mitigasi sudah dilakukan secara cepat dengan mengambil Swab Antigen.

Baca Juga : Mall Pelayanan Publik Kota Malang Soft Launching Agustus 2021

“Kita lihat lagi besok kita pantau terus, dan akan antigen ulang, masih reaktif atau tidak.  Jadi yang terpenting mitigasi dini dulu, perlu waspada,” pungkasnya.

Dirinya turut heran dari mana awal mula penyebaran ini berasal. Pasalnya, para pengasuh dan ABK sudah 1 tahun tidak pernah keluar dari asrama.

“Mereka sekolah pun juga di dalam, jadi kita tidak tahu awalnya dari mana. Entah mungkin ketika pengasuh belanja makanan keluar atau bagaimana. Makanya semuanya harus waspada,” tegasnya.

Disisi lain, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr. Husnul Muarif, mengatakan saat ini ada penambahan 16 orang penghuni yayasan yang dibawa ke RS Lapangan Ijen Boulevard.

“Ada 16 yang reaktif covid-19 dibawa ke RS Lapangan,” ujarnya.

Dirinya mengatakan bahwa total 170 reaktif Covid-19 tidak semua masuk dalam penambahan kasus terkonfirmasi positif. Karena berdasar Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 446 Tahun 2021, pasien dikatakan terkonfirmasi Covid-19 setelah mendapatkan hasil positif pada pemeriksaan PCR-Swab.

“Tetapi tetap masuk data di Dinkes namun belum tahap konfirmasi. Karena proses Swab-PCR juga terus berjalan, sehingga jumlahnya dinamis. Jadi masuknya ke suspek atau probable,” kata dokter berkacamata itu.

Berkaitan dengan perlunya penambahan pengasuh, dirinya mengatakan bahwa yayasan ini masih mampu. “Disini sudah cukup pengasuhnya, saya rasa tidak perlu ada penambahan. Yang terpenting kami akan berkoordinasi lakukan evaluasi klinis, secara bertahap atau periodik,” kata dr. Husnul. (cw1/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *