Connect with us

Pemerintahan

Kemenperin RI Beri Bimtek WUB Kepada 60 Pelaku IKM di Trenggalek

Diterbitkan

||

Kemenperin RI Beri Bimtek WUB Kepada 60 Pelaku IKM di Trenggalek
Bupati Arifin saat memberikan sambutan dihadapan peserta Bimtek Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha baru di Hotel Hayam Wuruk.

Memontum Trenggalek – Sebanyak 60 orang pelaku Industri Kecil dan Menengah di Kabupaten Trenggalek mengikuti Bimbingan Teknik Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru di Hotel Hayam Wuruk.

Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek, Agus Setiyono menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama Pemkab Trenggalek dengan Kementerian Perindustrian dan Komisi VI DPR RI terkait upaya penumbuhan wirausaha baru maupun wirausaha naik kelas.

“Ini salah satu bentuk kerjasama kita dengan Kementerian Perindustrian juga Komisi VI DPR RI dalam rangka menumbuhkan wirausaha baru maupun wirausaha yang akan naik kelas,” ungkap Agus, Rabu (04/03/2021) siang.

Ia mengatakan, angkatan kerja di Kabupaten Trenggalek yang jumlahnya cukup banyak membutuhkan peluang usaha di sektor swasta yang dibekali dengan keterampilan.

“Seluruh peserta nantinya akan dibekali pengetahuan dan keterampilan terkait makanan olahan sebanyak 20 peserta, kerajinan anyaman bambu 20 peserta, dan bengkel kendaraan roda dua untuk 20 peserta. Setelah disini pembukaan nanti prakteknya di BLK untuk praktek kerjanya,” jelasnya.

Agus juga menerangkan selain tentang perindustrian, pelatihan ini juga akan mendapatkan pendampingan dari Dinas Penanaman Modal PTSP terkait perijinan usaha, serta Perbankan terkait permodalan usaha.

BACA JUGA: 50 Relawan di Trenggalek Dilatih Jadi Pendamping Program 5000 Wirausahawan Baru

Dikonfirmasi terpisah, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyambut baik pelatihan ini bisa digelar di Kabupaten Trenggalek.

“Pemkab Trenggalek memiliki target di RPJMD setiap tahun untuk menciptakan 5000 pengusaha baru yang ditargetkan kepada perempuan dan anak muda,” ucap Bupati Arifin.

Dikatakan suami Novita Hardini ini, perempuan dan anak muda dipilih karena perempuan berdaya secara ekonomi dan memiliki pendapatan ketika berkeluarga.

Menurut survey 90% pendapatan dari perempuan akan di investasikan kembali ke rumah tangga.

“Harapan jangka pendeknya ekonomi Trenggalek meningkat karena banyak pengusaha perempuan, jangka panjangnya tidak ada lagi stunting, anak Trenggalek pintar-pintar sehingga kemudian sumberdaya manusianya meningkat,” katanya.

Sedangkan anak muda dipilih karena dianggap mampu membawa perbaikan ekonomi bagi keluarganya. Jadi tidak ada lagi istilah bencana lingkaran kemiskinan atau kemiskinan yang menurun.

“Saya berharap semua yang ada disini nanti selama 4 hari betul-betul keluar menjadi pengusaha,” tutur Bupati.

Kabar Selebihnya Kabupaten Trenggalek, KLIK DISINI…

Mas Ipin sapaan akrabnya juga mengungkapkan apabila suatu daerah ingin maju maka harus ada wirausahawan sukses 2% dari jumlah penduduk yang ada.

“Kalau penduduk Trenggalek ada 800 ribu kurang lebih kita butuh 16 ribu, selama 3 tahun setiap tahun kita 5 ribu nanti 2024 sudah ada 15 ribu pengusaha baru di Kabupaten Trenggalek,” pungkasnya. (mil/syn)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *