Connect with us

Pemerintahan

5 Strategi Pemkot Malang Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Saat Pandemi

Diterbitkan

||

5 Strategi Pemkot Malang Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Saat Pandemi

Memontum Kota Malang – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, dalam rangka mendorong percepatan pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Wali Kota Malang, Sutiaji, menyampaikan setidaknya ada 5 strategi yang dimiliki Pemkot Malang dalam hal tersebut.

“Kita punya lima strategi percepatan pemulihan ekonomi dalam menghadapi pandemi Covid-19. Yakni, Malang Beli Produk Lokal (Malpro), Malang Berbagi (Malber), Malang Herbal (Malherb), Malang Digital Service (Maldis) dan Malang Bahagia (Malba),” ungkap Sutiaji, Sabtu (06/03).

Untuk strategi Malpro, disampaikan Sutiaji, bertujuan untuk mendorong penguatan ekonomi dan UMKM lokal.

Dirinya pun juga memberi surat edaran, yang mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungkan Pemkot Malang, untuk berbelanja di pasar rakyat.

“ASN kita harus memberikan contoh dalam penerapan strategi Malpro. Dengan begitu, maka pasar rakyat akan tetap hidup,” jelasnya.

Kemudian, ujarnya, strategi Malber dimana itu diartikan sebagai penguatan pentahelix selama pandemi Covid-19.

Strategi percepatan berikutnya dengan konsep Malherb yang berarti pengembangan produk herbal sebagai alternatif suplemen kesehatan.

“Jadi kami mengajak masyarakat Kota Malang, kembali ke pola hidup di era orang tua kita dulu. Saat tidak terlalu banyak mengkonsumsi obat kimia dan kembali mengkonsumsi herbal,” urai Sutiaji.

Lalu strategi Maldis hadir untuk mendorong layanan berbasis daring. “Strategi ini juga merupakan salah satu langkah menuju Malang Smart City,” tambahnya.

Strategi percepatan kelima Malba, dipaparkan Sutiaji, merupakan kampanye digital gaya hidup sehat kepada warga masyarakat Kota Malang.

BACA JUGA: Paguyuban PKL Kajoetangan Digelontor Dana Rp 500 Ribu, Karena Terdampak Penutupan Jalan Saat Pembangunan Heritage

Dari berbagai upaya percepatan ini, pemilik kursi N1 itu menekankan bahwa di musim pandemi, pendampingan bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) gencar digiatkan.

“Saya ingin agar UMKM Kota Malang mampu menembus pasar ekonomi global,” tegasnya.

Bahkan bentuk perhatian Sutiaji terhadap UMKM di Kota Malang juga terlihat melalui aktifitasnya di sosial media Instagram.

Dimana setiap weekend, dirinya selalu membantu UMKM memposting dan memasarkan produk mereka melalui fitur Story pada akun Instagram pribadi milik Sutiaji. (mus/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *