Connect with us

Probolinggo

KH. Nizar Irsyad Kembali Nahkodai MUI Kota Probolinggo

Diterbitkan

||

Memontum Probolinggo – Melalui Surat Keputusan Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Timur nomor Kep-21/MUI/JTM/II/2021 tentang susunan dan personalia pengurus Dewan Pimpinan MUI Kota Probolinggo masa khidmat 2020-2025 yang ditetapkan di Surabaya pada tanggal 15 Februari 2021, tersebutlah Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian MUI Kota Probolinggo adalah KH. Irsyad Nizar. Ini adalah jabatan keduanya melanjutkan kepemimpinan sebagai Dewan Pimpinan Harian MUI Kota Probolinggo.

Dilantik oleh Ketua MUI Provinsi Jawa Timur, KH. Syahfruddin Syarif, Sabtu (06/03), di Ponpes Raudlatul Muttaqin Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan.

Baca Juga : Anggota DPR RI Gunakan Gajinya Untuk Gelontorkan Bantuan Korban Banjir Pasuruan

Kegiatan pelantikan dihadiri sejumlah forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pengurus MUI Kota Probolinggo. Kiai Nizar Irsyad menyampaikan, kebijakan yang diambil terkait program kerja MUI ke depan, yakni meningkatkan kinerja pengurus sesuai dengan tugas masing-masing pada tiap-tiap komisi.

“Terdapat 10 komisi dan masing-masing komisi memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan kepengurusannya,” tuturnya.

Tema pengukuhan periode kedua ini adalah dengan ukhuwah Islamiah menuju Indonesia sehat. Dengan tema tersebut, menurut Kiai Nizar, tantangan MUI yakni bagaimana merumuskan kebijakan (tausiyah dan dakwah) bersama para ulama dan pemerintah dengan pikiran yang sehat.

Tidak karena sehat dari Covid-19 saja, begitu pula MUI dalam tausiyahnya, harus keluar, pesan yang tersampaikan, dari ulama yang sehat sehingga tidak ada ormas yang disakiti,” tegasnya.

Kyai Nizar juga menambahkan, peran MUI juga harus bisa mengedukasi program vaksinasi Covid-19. “Dari sudut perspektif agama, vaksinasi adalah wajib dilakukan. Karena ini menjadi suatu keharusan yang tidak bisa ditinggalkan. Untuk mencegah saling menular dan tertular. Maka dari itu, kepada masyarakat untuk tidak percaya pada berita-berita hoax, provokasi tentang vaksinasi,” pesanya. (geo/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *