Connect with us

Wisata

Sumber Takir Park, Suguhkan Pemandian Alam hingga ‘Menara Eiffel’ untuk Eksplorasi Alam Sekitar

Diterbitkan

||

Sumber Takir Park, Suguhkan Pemandian Alam hingga 'Menara Eiffel' untuk Eksplorasi Alam Sekitar

Memontum Lumajang – Kabupaten Lumajang dikenal kaya akan keindahan alamnya. Itu karena, letak geografisnya yang terdiri dari dataran yang subur dan diapit oleh tiga gunung berapi.

Wilayah yang memiliki luas keseluruhan sekitar 1.790,90 km2, memiliki destinasi wisata yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Salah satunya, Sumber Takir (ST) Park.

Sumber Takir (ST) Park merupakan sebuah wisata pemandian alam yang dapat anda kunjungi di Desa Jokarto, Kecamatan Tempeh.

Tempat tersebut, wisatawan disuguhi dengan keindahan alam yang begitu elok. Sebab, kandungan air yang jernih disertai banyaknya pepohonan yang tumbuh hingga ratusan tahun, sangat cocok dijadikan sebagai spot foto maupun tempat berlibur.

Selain itu, ST Park sendiri juga memiliki keunikan tersendiri. Yakni, sebuah menara yang dibangun menyerupai menara Eiffel. Di menara itu, pengunjung juga bisa melihat pemandangan diseluruh area wisata ST yang disertai persawahan dan pepohonan yang asri.

Tidak hanya itu, ditempat tersebut para pengunjung juga bisa merasakan sensasi berjalan diatas air menggunakan water ball.

BACA JUGA: Rujak Weci Bu Emi Lumajang Tetap Laris Sejak 1982

Kepala Desa Jokarto Afiffudin, saat dikonfirmasi via telepon mengatakan bahwa pihaknya berencana akan menambah beberapa sarana fasilitas. Seperti sepeda air, pembangunan jalur menuju lokasi wisata serta fasilitas lainnya.

“Rencananya kami akan menambah sepeda air serta pembangunan jalur menuju lokasi dan fasilitas lain. Jadi ini telah kita diskusikan agar bagaimana wisata ini terlihat berbeda dengan yang lain,” katanya.

Wisata yang telah dirintis sejak 2014 itu, disampaikan Afiffudin, merupakan komitmen bersama warga setempat dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi, sekaligus mendukung program pemerintah satu kecamatan satu desa wisata.

“Jadi ini merupakan wujud sebagaimana arahan pemerintah, yaitu satu kecamatan satu tempat wisata,” pungkasnya. (kom/adi/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *