Connect with us

Pemerintahan

Bupati Karna Tinjau Delapan Rumah Warga Desa Ketah yang Rusak Tergerus Air, Minta PUPR Bangun Bronjong

Diterbitkan

||

Bupati Karna Tinjau Delapan Rumah Warga Desa Ketah yang Rusak Tergerus Air, Minta PUPR Bangun Bronjong

Memontum Situbondo – Bupati Situbondo, Karna Suswandi, meninjau rumah warga yang ambrol akibat tergerus air sungai di Dusun Mandagin, Desa Ketah, Kecamatan Suboh, Minggu (07/03) tadi. Total, ada sekitar delapan rumah yang rusak dalam peristiwa tersebut.

Karna Suswandi mengatakan, telah mengutus Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk membangun bronjong penahan air sungai dalam waktu dekat.

“Kita akan ukur dahulu panjangnya. Kalau sekitar 150 meter dan tinggi 4,5 meter, maka butuh Rp 1,1 miliar,” tuturnya.

Menurut Karna Suswandi yang akrab disapa Bung Karna ini, anggaran perbaikan sudah disiapkan. Dalam waktu dekat sudah bisa dikerjakan.

“Saya harap dengan adanya pembangunan bronjong, tidak ada lagi rumah warga yang tergerus. Masyarakat bisa tidur nyenyak. Tidak takut-takut lagi,” ucapnya.

Pasca meninjau rumah warga yang ambrol, bupati menyapa masyarakat sekitar. Dirinya juga membagikan 50 sembako untuk pemilik rumah yang tergerus air.

Sementara warga Rt 01/Rw 03 Dusun Mandagin, Desa Ketah, Khotibah, menceritakan kronologis ada 2 dapur warga disebelah barat ambrol terhanyut air sungai yang deras, dan sebelah timurnya juga ada 2 dapur yang ambrol terkikis air sungai.

Juga ada 2 rumah longsor terbawa arus sungai Mandagin Daluwang, menurutnya setiap terjadi hujan besar warga setempat selalu was-was dan khawatir rumahnya longsor,” ujarnya.

Saat kejadian ada 8 unit rumah terdampak longsor, beruntung saat kejadian tidak ada korban, hanya kerugian materi saja, oleh karena itu warga yang rumahnya longsor terbawa arus sungai untuk sementara ini di evakuasi dan tinggal di keluarga terdekat.

Pihak Pemdes Ketah juga sudah membangun 4 unit rumah bagi warga yang terdampak, sementara sisanya 4 unit lagi akan dibangun melalui program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) oleh Pemerintah.

BACA JUGA: Penuhi Janji Kampanye, Sholat Jumat Pertama di Widoropayung dan Ingatkan Kerja Bersama untuk Kota Santri

Khotibah menambahkan setiap terjadi hujan deras dan air sungai besar sehingga mengikis tanah dari bawah.

“Lambat laun menjadi longsor mengakibatkan warga yang tinggal di bantaran Sungai Mandagin takut akan longsor,” imbuhnya.

Oleh karena itu warga berharap kepada pemerintah untuk membangun bronjong sebagai penahan tanah agar tidak mudah terkikis dan longsor,” harap Khotibah. (her/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *