Connect with us

SEKITAR KITA

Mahasiswa UIN Malang Mati Saat Ikuti Diklat Penerimaan Anggota UKM Pencak Silat

Diterbitkan

||

Mahasiswa UIN Malang Mati Saat Ikuti Diklat Penerimaan Anggota UKM Pencak Silat

Memontum Kota Batu – Di saat aktifitas belajar mengajar digelar secara darling, kabar miring justru berhembus ke UIN Kota Malang.

Seorang mahasiswa yang teridentifikasi bernama Miftah Rizki Pratama (20) dengan NIK 3273130107010002 dan beralamat Jl.Turangga Dalam II Kota Bandung, Jawa Barat, dikabarkan mati saat mengikuti Diklat Penerimaan Anggota UKM Pencak Silat UIN Kota Malang.

Korban dilaporkan meninggal pada Sabtu (06/03) kemarin. Sementara jenazah korban, masih tertahan di RS Karsa Husada hingga Minggu (07/03) sore tadi.

Diperoleh keterangan, sebelum nasib itu menimpa korban, diketahui korban bersama rombongan pada Jumat (05/03), berangkat dari UIN Kota Malang menuju ke SMK Mahardika, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Tujuannya, untuk mengikuti acara istighosah dan tahlil.

Selanjutnya, Sabtu (06/03) siang, seluruh peserta bertolak menuju ke areal depan Predator Fun Park dengan menggunakan kendaraan truck. Rombongan, bermaksud mulai berjalan kaki menuju Coban Rais via Coban Putri, di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Menurut Mandor Coban Rais, Abdul Rohman, peserta diklat datang setelah melakukan perjalanan dari Tlekung.

“Perjalanan dimulai Sabtu sekitar pukul 10 pagi, sampai di Coban Rais, sekitar pukul 13.00,” ujarnya, saat dikonfirmasi memontum.com, pada Minggu (07/03) tadi.

Rohman menambahkan, sebelum dilaporkan meninggal, Rizki sempat mengeluh sesak. Dari situ, kemudian dibawa ke RS Karsa Husada. Kemudian, dilaporkan meninggal dunia di RS tersebut.

Penasehat Pagar Nusa, Nauval Wafaul Faiq, menjelaskan bahwa kegiatan diklat diawali pada Jumat malam. Yakni, diawali dengan pelaksanaan acara istighosah dan tahlilan.

“Selesai acara itu, peserta kemudian istirahat sampai pagi. Hari Sabtunya, dilanjutkan sarapan dan melakukan pemanasan,” ungkapnya.

Setelah itu, tambahnya, peserta diberangkatkan ke Desa Tlekung dari SMK Mahardika Karangploso dan diturunkan untuk melakukan jalan kaki ke Coban Rais via Coban Putri.

“Kejadiannya itu saat peserta sampai di Coban. Dekat camping groundnya. Kan, peserta mulai jalan jongkok,” terangnya.

Saat hendak tiba ke Coban Rais, tambahnya, dalam keadaan jalan jongkok, peserta asal Bandung itu lemas dan jatuh karena sesak. Kemudian, panitia melakukan pertolongan pertama di tenda. “Pertolongan awal kami lakukan di tenda,” paparnya.

Dijelaskannya, karena panitia tidak bisa mengatasi sakit Rizki, lalu dua orang panitia membawanya ke RS dengan menggunakan sepeda motor. Rizki saat itu, duduk di tengah.

“Pengakuan panitia yang membawa, korban saat itu masih sadar. Bahkan, waktu ditaruh ditandu RS, korban masih bisa nafas. Kemudian, baru dikabarkan oleh RS bahwa korban sudah meninggal,” katanya.

BACA JUGA: Jalur Kendaraan Pujon ke Batu serta Kediri dan Jombang Kembali Ditutup

Informasi yang didapat Nauval, saat perjalanan jongkok, korban sempat mengeluh punya penyakit ginjal. Kondisi Miftah kritis sekitar pukul 14.00 dan dikabarkan meninggal sekitar pukul setengah 16.00. Hingga Minggu (07/03) sore, jenazah korban masih berada di RS Karsa Husada.

Wakil Rektor 3 UIN Maliki Ibrahim, Dr Isroqun Najah, yang berada di RS Karsa Husada, enggan memberikan keterangan saat dikonfirmasi.

Isroqun, pun tidak mau memberikan berkomentar sedikit pun ketika dimintai keterangan. Termasuk, soal pelaksanaan diklat hingga berujung peristiwa meninggalnya Rizki.

“Belum, belum. Nanti saja,” katanya singkat sembari berjalan menghindari wartawan, Minggu (07/03) tadi. (bir/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *