Connect with us

Politik

Komisi B DPRD Jombang Rakor Bersama Disperindag Untuk Penataan Pedagang

Diterbitkan

||

Komisi B DPRD Jombang Rakor Bersama Disperindag Untuk Penataan Pedagang

Memontum Jombang – Komisi B DPRD Kabupaten Jombang mengadakan rapat koordinasi (Rakor) terkait tindak lanjut hearing dengan pedagang Pasar Mojoagung, untuk penertiban pasar.

Turut hadir dalam rapat Komisi B DPRD Kabupaten Jombang, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jombang, Bambang Nurwijayanto, bersama kepala bidang, Senin (08/03) tadi.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jombang, Sunardi, mengatakan bahwa rapat tersebut digelar karena terjadi luberan pedagang hingga sampai ke Terminal Mojoagung.

“Pedagang Pasar Mojoagung meluber sampai Terminal Mojoagung. Kalau bisa, terminal tetap difungsikan sebagaimana semestinya dan dinas terkait harus menyiapkan tempat untuk difungsikan sebagai pasar. Sehingga, tidak meluber sampai ke terminal,” ujar Sunardi.

Lebih lanjut Sunardi mengatakan, peluberan pedagang merupakan salah satu dampak kebijakan dari adanya Covid-19. Sehingga, beberapa pedagang yang lapaknya melakukan social distancing, berpindah ke Pasar Mojoagung.

“Melubernya Pasar Mojoagung ini karena dampak Covid-19. Yang mana, Pasar Sumobito melakukan social distancing. Peterongan juga yang sementara ditutup, sehingga pedagang lari ke Mojoagung,” ungkap Sunardi.

Baca juga: Belajar Normalisasi DAS, Komisi II DPRD Jombang Kunjungi Trenggalek

Sunardi bersama anggota Komisi B memberikan solusi kepada Disperindag, berupa kebijakan jadwal dagang atau durasi berdagang untuk pedagang pasar.

“Rekomendasi ini diharapkan akan kembali kepada kesepakatan awal. Sehingga, sesuai dengan permintaan pedagang kemarin. Kesepakatan awal (durasi dagang) yang sekarang, itu sudah banyak dilanggar oleh pedagang,” ucapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jombang, Bambang Nurwijayanto, mengatakan bahwa pihaknya akan memastikan ada penertiban terkait jam operasi dan penempatan pedagang di Pasar Mojoagung.

“Tentunya, nanti kita ada tindakan untuk penertiban. Harapannya, agar kedepannya bisa tertata rapi,” ujarnya. (azl/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *