Connect with us

Kota Malang

Besok Komunitas di Kota Malang Akan Deklarasi Kecam Anarkisme

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – Seluruh komunitas di Kota Malang bakal adakan deklarasi untuk mengecam bentuk anarkisme dalam proses penyampaian aspirasi. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Malang, Sutiaji, saat ditemui di Balaikota, Selasa (09/03) sore.

“Benar, besok Insyaallah kita deklarasikan. Dari semua komunitas mengecam apapun jenis kericuhan dan anarkisme selama menyuarakan pendapat atau melakukan demonstrasi,” ungkapnya.

Permintaan deklarasi dari beberapa elemen masyarakat yang akan berlangsung esok pagi adalah bentuk respon dari kericuhan pada aksi Gerakan Perempuan Bersama Rakyat (Gempur) di hari Perempuan Internasional yang berlangsung kemarin (08/03). Orang nomer satu di Kota Malang itu pun menyayangkan dan menyesalkan aksi yang berujung kericuhan bahkan pengrusakan itu.

Baca Juga : Audiensi dengan PGRI, Wali Kota Sampaikan 300 hingga 400 Guru yang Belum Diangkat PPPT Diusulkan K2

“Jujur atas kejadian kemarin saya menyayangkan dan menyesalkan sekali, bahwa di musim pandemi harus ada demo yang anarkis. Demo itu saya kira adalah bentuk demokrasi, tapi kita negara punya aturan,” tambahnya.

Menurut Sutiaji, seharusnya aksi kemarin mengangkat isu tentang perempuan. Bagaimana menghormati perempuan yang merupakan simbol kelembutan maupun mengangkat tentang perlawanan terhadap pelecehan seksual.

“Tapi kok malah anarkis jatuhnya. Dan yang disuarakan juga bukan suara-suara bagaimana mengangkat perempuan,” tandasnya.

Terakhir dia menekankan sesungguhnya masyarakat Kota Malang tidak menghendaki dan akan melawan anarkisme yang radikalis, sehingga akan terselenggara deklarasi. “Insyaallah besok, kita lihat nanti suara dari masyarakat esok itu apa saja. Karena ini juga permintaan dari masyarakat, kita layani. Karena, ya, Malang ini sudah kondusif, kita lagi capek-capek ngurus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)  terus malah ada demo ditengah covid dan tidak damai,” katanya. (mus/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *