Connect with us

Pendidikan

Usai Tenaga Pengajar Jalani Vaksinasi, PTM Segera Direalisasikan

Diterbitkan

||

Usai Tenaga Pengajar Jalani Vaksinasi, PTM Segera Direalisasikan
Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Mugiyanto.

Memontum Trenggalek – Komisi IV DPRD Trenggalek meminta Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk memprioritaskan proses vaksinasi terhadap para guru dan tenaga pengajar.

Hal ini dimaksudkan untuk mempercepat realisasi pembelajaran tatap muka (PTM). Pihaknya menyebut, dalam waktu dekat proses pembelajaran tatap muka akan segera direalisasikan.

Baca juga: Panggil OPD Mitra, Komisi 4 DPRD Trenggalek Minta Pembelajaran Tatap Muka Dilakukan

Dikonfirmasi usai rapat, Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Mugiyanto mengatakan, pihaknya meminta kepada Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek untuk menyelesaikan proses vaksinasi terhadap para guru dan tenaga pengajar.

Mengingat, dalam hal ini Dinkesdalduk dan KB bertindak sebagai dinas yang menjadwalkan proses vaksinasi Covid-19.

“Persiapan pembelajaran tatap muka ini tergantung pada cepat atau lambatnya proses vaksinasi. Karena itu kami meminta agar dinas terkait memperhitungkan hal tersebut,” ungkap Mugiyanto, Selasa (16/03/2021) siang.

Dikatakan Politisi Partai Demokrat ini, rencananya akan ada 7.500 guru dan tenaga pengajar yang menerima suntikan vaksin Covid-19.

“Sampai saat ini progresnya sudah mencapai 4.518 orang. Sedangkan 2.982 tenaga kependidikan masih dalam penjadwalan proses vaksinasi,” imbuhnya.

Masih terang Obeng sapaan akrabnya, kebijakan Kemendikbud tentang pembelajaran tatap muka sudah dikembalikan pada Pemerintah daerah.

“Oleh karena itu kami meminta agar proses vaksinasi untuk tenaga pendidik, bisa masuk skala prioritas. Atau jikalau perlu yang lainnya bisa melakukan vaksinasi belakangan,” kata Mugiyanto.

Mugiyanto menuturkan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan selama pandemi Covid – 19, proses belajar mengajar hanya memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Akan tetapi proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidak terlalu efektif jika dibandingkan dengan pembelajaran langsung atau tatap muka. Karena anak-anak merasa lebih nyaman belajar di kelas dan bertemu langsung dengan gurunya.

“Mungkin dampaknya menjadi kurang bagus jika terus-menerus PJJ. Karena anak-anak yang belajar di rumah ada yang merasa keberatan dan serba keterbatasan. Tak sedikit juga para orang tua yang justru belajar dan bukan anak itu sendiri,” tuturnya.

Jika hal itu terus terjadi, lanjut Mugiyanto, dikhawatirkan akan berdampak pada nilai akademik anak. Karena tidak dapat mengikuti pembelajaran secara maksimal.

“Kami berpesan jangan sampai generasi muda menjadi korban kebijakan yang Pemerintah ambil. Kesehatan itu memang perlu, namun harus diimbangi dengan tetap mengutamakan generasi muda yang cerdas. Jangan sampai akibat pandemi Covid-19 generasi muda menjadi terbelakang,” pungkas Mugiyanto.

Kabar Selebihnya Kabupaten Trenggalek, KLIK DISINI…

Komisi IV juga meminta agar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek segera memantau perkembangan vaksinasi terhadap guru dan tenaga pengajar.

“Kalau proses vaksinasi sudah selesai ditingkat SMP, maka segera saja PTM dilakukan. Baru selanjutnya ditingkat SD sampai TK/PAUD. Sebisa mungkin dalam Minggu ini, PTM bisa dimulai,” tutupnya. (mil/syn)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *