Connect with us

Kota Malang

Persiapkan Kuliah Tatap Muka, Unisma Tunggu Arahan Pemerintah

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – Direktur Jenderal Direktorat Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mempersilahkan Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta adakan perkuliahan tatap muka apabila dirasa sudah siap. Merespon hal tersebut, Rektor Universitas Islam Malang (Unisma), Prof Dr Maskuri MSi, menyatakan pihaknya masih menunggu SOP pemerintah untuk perkuliahan tatap muka.

“Kita nanti tetap mengikuti anjuran dari pemerintah. Kita akan buat seaman mungkin kalau misal semester ganjil diperbolehkan langsung luring semua,” ungkapnya pada awak media, Selasa (16/03).

Bahkan jika SOP dari pemerintah mengharuskan masuk dalam sebulan hanya dua kali pun, pihaknya tetap akan mengikuti.

“Apapun itu SOPnya, intinya kita tidak ingin berseberangan dengan pemerintah. Karena saya rasa pemerintah memperbolehkan luring juga menunggu vaksinasi selesai,” tambahnya.

Lebih lanjut Maskuri menyampaikan bahwa pihaknya sudah menerima surat edaran untuk mempersiapkan diri mengadakan perkuliahan tatap muka.

“Persiapan kita salah satunya dengan vaksinasi seluruh pimpinan, dosen, dan karyawan Unisma,” tegasnya.

Baca Juga : Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Akan Dibangun di TPA Supiturang

Disampaikan Maskuri, total jumlah pimpinan, dosen, dan karyawan Unisma yang telah menjalani vaksinasi tahap pertama ada 747 orang. Sedangkan 632 orang sudah jalani vaksinasi tahap kedua. Untuk pelaksanaan vaksinasi sendiri, Unisma didukung oleh Fakultas Kedokteran dan RSI Unisma.

Disamping itu, Dekan FK Unisma, dr Rahma Triliana MKes PhD, menambahkan bahwa mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisma yang saat ini tengah menjalani coass di RSI Unisma maupun RSUD Syarifah Ambani Rato Ebu Bangkalan sudah melaksanakan vaksinasi.

“Jumlahnya ada 223 mahasiswa, dan mereka sudah menjalani dua kali vaksinasi,” tambah dr Rahma. (mus/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *