Connect with us

Pendidikan

SMPN 10 Kota Probolinggo Gelar Ujian Praktik dengan Prokes yang Ketat

Diterbitkan

||

SMPN 10 Kota Probolinggo Gelar Ujian Praktik dengan Prokes yang Ketat
Kegiatan ujian praktik di SMPN 10 Kota Probolinggo digelar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Memontum Probolinggo – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 10 Kota Probolinggo menyelenggarakan ujian praktik kolaborasi mata pelajaran IPA dan Matematika. Kegiatan ini berlangsung selama satu minggu kedepan.

Pelaksanaan ujian praktik dilakukan secara tatap muka dengan tetap mematuhi protokol kesehatan diera pandemi Covid-19.

Pelaksanaan ujian praktik diselenggarakan dengan ketentuan jadwal pada seluruh aspek mata pelajaran IPA dan Matematika yang telah dipelajari sebelumnya. Materi ujian praktik disesuaikan dengan Putusan Tatib SMPN 10.

Bukan hanya bahasa inggris dan jawa saja melainkan kolaborasi semua mata pelajaran. Ujian praktik diikuti oleh seluruh siswa kelas IX, Selasa (23/03).

Baca juga: SDN Sukabumi 4 Raih Sekolah Adiwiyata Provinsi Jatim

Seluruh siswa yang dapat hadir di sekolah oleh pihak sekolah telah diatur jadwal kedatangan guna mencegah penyebaran virus Covid-19. Siswa dibagi dalam kelompok kecil dan datang sesuai jam yang telah dijadwalkan. Tempat pelaksanaan ujian di Aula SMPN 10.

Sebelumnya, kedatangan siswa secara tatap muka untuk mengikuti ujian praktik, pihak sekolah meminta persetujuan dari orang tua atau wali murid serta berkoordinasi bersama Waka Kurikulum

Kepala SMPN 10, Aris Tantomas menyampaikan, awalnya wacana ujian praktik akan ditiadakan karena adanya penyebaran Covid-19 yang belum juga usai.

Akan tetapi, dengan persiapan dan koordinasi dari Waka kurikulum kami sepakati untuk tetap melaksanakan Ujian praktik khususnya untuk Mata pelajaran IPA dan Matematika.

Bagi siswa yang sakit ataupun bagi orang tua yang tidak mengizinkan untuk tatap muka datang ke sekolah, tetap diperkenankan mengikuti ujian praktik secara daring.

Siswa yang hadir secara tatap muka tetap menerapkan aturan protokol kesehatan diera new normal ini, dengan menerapkan 5 M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, menjauhi kerumunan).

“Kegiatan ini kita berlakukan untuk anak-anak yang sehat dengan sistem bergilir di kelasnya dengan protokol yang ketat dibantu oleh guru piket yang bertugas hari itu. Daring diberikan kepada anak-anak yang jauh dari sekolah atau dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk hadir karena sakit,” jelas Aris.

Ujian praktik ini bertujuan untuk mengukur mutu dan pencapaian hasil belajar secara psikomotor, kecakapan dan keterampilan peserta didik.

Selain itu, kegiatan ini juga digunakan sebagai tolok ukur di akhir jenjang satuan pendidikan pada mata pelajaran yang telah ditentukan dan sekaligus sebagai syarat kelulusan peserta didik.

“Disisi lain, ujian praktik digunakan untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan pembelajaran, kecakapan dan keterampilan peserta didik selama menempuh pendidikan di SMPN 10.

Harapannya dengan ujian praktik ini kami yakin bahwa anak-anak bisa memahami dengan benar dalam mempraktikkan pemahaman itu sehingga bisa mereka terapkan untuk diri sendiri atau dengan mengajarkannya untuk orang lain.

Disisi lain, kegiatan ini juga mengobati rasa kangen anak-anak untuk bertemu para guru meskipun dengan protokol yang ketat. (geo/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *