Connect with us

Hukum & Kriminal

Blokade Exit Tol, Tiga Kawanan Pelaku Perampokan Antar Wilayah Pasuruan dan Malang Digelandang Polsek Leces

Diterbitkan

||

Blokade Exit Tol, Tiga Kawanan Pelaku Perampokan Antar Wilayah Pasuruan dan Malang Digelandang Polsek Leces

Memontum Probolinggo – Kawanan pelaku perampokan mobil jenis pick-up L300 N 9642 WD milik warga Kelurahan Randusari, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, berhasil dibekuk oleh Tim Reskrim Polsek Leces di exit tol Probolinggo Timur. Aksi penangkapan tersebut, berlangsung setelah aksi perampokan dilakukan kawanan tersebut.

Dipimpin langsung Kanitreskrim Polsek, Bripka Eko Aprianto, petugas yang mendapati informasi langsung stand by di lokasi pintu exit tol Leces.

Baca juga: Heboh…Puluhan Orang Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RSU Wanolangan Dringu Probolinggo

Kapolsek Leces, AKP A Gandi melalui Kanit Reskrim, mengatakan bahwa pihaknya membantu Resmob Pasuruan Kota, Reskrim Malang Kota dalam proses penangkapan pelaku Curat (pencurian dengan pemberatan) tersebut.

“Pelaku ada tiga orang yang hendak keluar dari tol Leces, dengan mengendarai mobil Mobilio warna putih dengan nopol N 1721 FQ. Kawanan pelaku terpaksa kami lumpuhkan,” kata Aipda Aprianto, Selasa (23/03) tadi.

Aprianto menambahkan, kronologi kejadian berlangsung sekitar pukul 23.30, saat dirinya bersama empat anggota Polsek Leces, mendapat informasi dan langsung stand by di pintu exit tol Leces, yang diduga akan menjadi pelarian kawanan pelaku ke arah timur wilayah Probolinggo.

“Ketika pelaku sudah mendekati portal exit tol Leces, kami langsung blokade pintu keluar dengan memarkir mobil anggota,” tegasnya.

Pelaku ketika dikepung, tambahnya, tidak langsung keluar dari mobilnya. Sehingga, petugas terpaksa memberikan tembakan peringatan agar pelaku keluar dari mobil.

Mendengar suara senjata petugas, ketiga pelaku akhir keluar dari mobilnya dan dengan sigap petugas melumpuhkannya dengan mengikat tangannya.

“Ketiga pelaku curat langsung di gelandang ke Mapolres Pasuruan Kota, karena TKP berada di sana untuk pengembangan kasus berlanjut. Sedangkan kerugian korban ditaksir sebesar Rp 179 juta rupiah,” paparnya. (geo/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *