Connect with us

Jember

Heboh! Pernikahan LGBT, KUA Ajung Mengaku Kecolongan

Diterbitkan

||

Heboh! Pernikahan LGBT, KUA Ajung Mengaku Kecolongan

Memontum Jember — Kasak-kusuk warga Dusun Plalangan Desa Glagahwero Kecamatan Panti Kabupaten Jember  soal terjadinya pernikahan sesama jenis (LGBT/Lesbian Gay Biseks Transgender) antara Moh Fadholi (21) warga Plalangan Panti  dan Ayu Puji Astuti (23) warga Ajung yang diduga berjenis kelamin laki-laki telah meresahkan warga, Jumat(20/10/2017). Pasalnya, pernikahan itu dinilai warga setempat adalah aib dan bertentangan dengan moralitas agama.

Hajah S, tokoh warga setempat meminta agar kedua pasangan LGBT tersebut  menyingkir dari lingkungan. Dia  khawatir akan berdampak buruk terhadap anak-anak kelak, yang dicemaskan akan meniru perbuatannya. Terlebih agama Islam  dan pemerintah melarang perkawinan sejenis.

“Mon bisa soro keluar beih pak derih tang disah, soalah takok e teroh nak kanak kenik” Katanya dalam bahasa Madura  (artinya : Kalo bisa suruh menyingkir saja pak dari lingkungan kami, soalnya takut ditiru anak – anak),” warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Memo X, perkawinan sejenis itu diakui oleh yang bersangkutan benar adanya. Hal itu termaktub surat pernyataan yang ditanda tangani  oleh Moh Fadoli dan Ayu Puji Astuti.

Keduanya mengakui telah melakukan pemalsuan dokumen nikah, yang ajukan melalui Mudin (Petugas Pembantu Pernikahan) Desa Ajung Krasak Kecamatan Ajung. Pemalsuan data tersebut semata – mata dilakukan untuk memperlancar proses pernikahan.

Mereka siap menanggung segala resiko atas perbuatannya. Hal itu termaktub dalam surat pernyataan yang ditandatangani pasangan LGBT itu, diatas materai tertanggal 25 September 2017.

Baca Juga : Ketua DPRD Kaget Ada Pasangan LGBT Nikah di Jember

Menindak lanjuti keresahan yang berkembang di masyarakat, Moh Irfan, Kepala KUA Kecamatan Ajung  mengaku kecolongan. Segera pihaknya melayangkan  surat  panggilan klarifikasi, Nomer : B/0206/KUA.13.32.29/PW.01/9/2017,  yang ditujukan kepada kedua mempelai LGBT dimaksud.

Dirinya mengaku kesulitan membuktikan kebenaran dugaan pernikahan LGBT itu. Sementara kedua mempelai tidak memenuhi surat panggilan KUA itu.

“Jika benar, maka kami merasa kecolongan dan akan segera saya laporkan kepada Pengadilan Agama untuk segera membatalkan akta nikah atas nama dua mempelai LGBT itu,” tegasnya.

(baca juga : Pasangan LGBT Ajung Berujung di Bui)

Budi Santoso, Camat Panti yang ditemui Memo X di Kantor Kecamatan Panti membenarkan adanya dugaan pernikahaan LGBT yang berkembang di masyarakat. Dirinya meminta kepada segenap pihak  untuk lebih teliti lagi agar kejadian ini tidak terulang kembali.

“Kami akan bawa masalah  ini di rapat koordinasi kecamatan agar menjadi perhatian bersama. Terutama para pengemban tugas pernikahan agar berhati-hati dan selektif  dalam menjalankan tugasnya. Ini kan melanggar hukum,” tandasnya. (cw3/yan)

Jember

Plt Bupati Jember Peletakan Batu Pertama Jembatan IAIN

Diterbitkan

||

Plt Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan IAIN Jember.
Plt Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan IAIN Jember.

Memontum Jember – Plt Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, mengapresiasi pembangunan jembatan yang dilaksanakan IAIN Jember. Hal itu disampaikannya, saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan di lingkungan IAIN Jember, awal pekan kemarin (26/10).

“Semoga, jembatan ini memberikan manfaat besar di lingkunagn IAIN Jember,” kata Plt Bupat Jember.

Kyai Muqit-sapaan akrabnya, mengatakan bahwa IAIN merupakan salah satu kampus yang melahirkan sarjana yang paham tentang Pancasila dan kebhinekaan. “Mahasiswa yang lulus dari sini, itu adalah mahasiswa yang inklusi dan toleransi. Mereka, ketika menyebar di masyarakat, akan menjadi benteng persatuan NKRI,” tambahnya.

Dalam kesempatan sama, Kyai Muqit berharap, status IAIN bisa segera berubah menjadi UIN. Dengan begitu, keberadaannya akan semakin berkembang.

“Beberapa waktu yang lalu, saya sudah sampaikan kepada Menteri agama untuk ditindak-lanjuti. Semoga saja, tidak sampai lama bisa terealisasi,” ujarnya.

Rektor IAIN Jember, Prof. Babun Suharto, mengatakan bahwa pembangunan jembatan penghubung ini didanai dengan UKT (Uang Kuliah Tunggal). Adanya jembatan, ke depan akan menjadi solusi alternatif dalam memperlancar lalu lintas di IAIN.

“Untuk tahap awal, pembangunan yang dilakukan pada posisi pondasi. Baru kemudian, di tahun berikutnya akan dilakukan pembangunan lanjutan. Rencananya, lebar jembatan akan memiliki bentangan sekitar 7 meter,” ungkapnya. (kom/sit)

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Jember

Faida Beri Perhatian Ruang Belajar Ponpes

Diterbitkan

||

Calon Bupati Jember nomor urut 1, dr Hj Faida, MMR.
Calon Bupati Jember nomor urut 1, dr Hj Faida, MMR.

Memontum Jember – Kondisi kurang optimal pada beberapa ruang belajar di Pondok Pesantren (Ponpes) dan asrama putri di wilayah Kabupaten Jember, mendapat perhatian serius calon Bupati Jember nomor urut 1, dr Hj Faida, MMR.

Merespon kondisi yang banyak ditemuinya selama menyampaikan visi dan misi ke masyarakat, Bupati petahana tersebut berencana melakukan revitalisasi. Dengan begitu, keberadaan pesantren yang memiliki peran strategis dalam pembangunan karakter generasi muda di Jember, bisa kian optimal.

“Mengapa harus revitalisasi ruang belajar Ponpes dan asrama santri, karena saya ingin Jember sebagai Kota Tahfidz. Yang artinya, pondok pesantrennya memiliki ruang belajar dan asrama yang ideal. Sehingga, santri dapat ngaji dan belajar lebih nyaman,” kata dr Hj Faida, MMR, kemarin (20/10).

Faida menambahkan, ketika nantinya mendapatkan kepercayaan rakyat untuk kembali memimpin perubahan Jember, langkah revitalisasi ruang belajar pesantren dan asrama santri, akan menjadi salah satu prioritas. Sehingga, rencana revitalisasi segera terwujud.

Dalam kunjungannya ke Ponpes Fatihul Ulum Putra di Manggisan Tanggul dan bertemu langsung Kyai Muhson – pengasuh Ponpes, banyak hal yang disampaikan oleh dr Faida. Termasuk, mengenai janji kerja dan skema kebijakan pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Jember. (fai/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement KPPS
Advertisement

Terpopuler