Connect with us

Hukum & Kriminal

Niat Jual Dua HP, Malah Dikerjai Penipu

Diterbitkan

||

Niat Jual Dua HP, Malah Dikerjai Penipu
Ilustrasi.

Memontum Kota Malang – Seorang pedagang HP berinisial DA (26) warga Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang bahwa pada Minggu (28/3/2021) sore, menjadi korban penipuan. Dia ditipu oleh pelaku yang mengaku bernama Bagas.

Bahkan akibat dari kejadian ini DA harus kehilangan dua HP sekaligus yakni HP Oppo Reno 5 second warna silver dan HP Oppo Reno 5 baru berwarna hitam dengan total harga mencapai Rp 9 juta.

Kejadian ini sudah dilaporkan ke Polresta Malang Kota. Hiingga Selasa (30/3/2021) siang, kasus masih dalam penyelidikan petugas Polresta Malang Kota untuk menangkap pelakunya.

Informasi Memontum.com bahwa sebelumnya DA memposting jualannya HP Oppo Reno 5 warna silver kondisi second di media sosial Facebook pada, Jumat (26/3/2021).

“Pada Minggu pukul 15.30, pelaku mengaku bernama Bagas menghubungi ponsel saya. Mengatakan tertarik dengan ponsel yang saya tawarkan di Facebook. Katanya dia ingin membelikan ponsel untuk ibunya. Melalui pensan Whatsapp, pelaku juga berniat membeli ponsel HP Oppo Reno 5 yang kondisinya masih baru,” ujar DA, pada Selasa (30/3/2021) siang.

Setelah proses transaksi melalui pesan Whatsapp tersebut, pelaku mengajak DA untuk COD di Sawojajar, Kota Malang. Nampaknya pelaku sudah mempersiapkan aksi tipu-tipunya. Terbukti pelaku mengajak DA di sebuah rumah di Sawojajar yang diakuinya sebagai rumah ibunya.

Tutur kata pelaku cukup meyakinkan sehingga DA percaya hingga tiba di Sawojajar pada Minggu pukul 19.30. Pelaku kemudian memulai sandiwaranya dengan menunjuk wanita yang berada di dalam rumah tersebut adalah ibunya.

Saat itu DA hanya ditemui oleh pelaku di teras rumah. “Pelaku mengaku takut kepada suami dari ibu pemilik rumah. Karena suami dari ibu pemilik rumah, adalah ayah tirinya. Jadi saya diajak bertransaksi di teras rumah saja,” ujar DA.

Layaknya pembeli, pelaku pun melihat kondisi ponsel yang dibawa oleh DA. Saat itu pelaku tidak sendiri, dia bersama temannya mengajak DA ke ATM untuk mengambil uang pembelian. Sesampainya di ATM, dua HP milik DA diserahkan kepada teman pelaku. Sedangkan pelaku yang mengaku bernama Bagas, masuk ke dalam ATM.

Setelah keluar dari ATM, pelaku tidak juga menyerahkan uang pembayaran. Malah mengajak DA ke sebuah warung STMJ.

“Katanya dia mampir ke warung STMJ untuk membelikan ibunya. Saya disuruh menunggu di warung STMJ, sedangkan dia pulang dengan alasan mengantar STMJ ke ibunya,” ujar DA.

Saat itu teman pelaku yang membawa dua HP tersebut juga sudah pergi dan pelaku juga tidak kunjung kembali. DA kemudian mendatangi rumah yang sebelumnya telah diakui oleh pelaku sebagai rumahnya.

“Ibu pemilik rumah mengatakan bahwa pelaku yang mengaku bernama Bagas bukanlah anaknya. Dari keterangan ibu pemilik rumah mengatakan bahwa pelaku ingin mengontrak rumahnya bersama saya,” ujar DA.

Seketika itu DA langsung kaget. Dia pun tersadar telah kena tipu. “Ibu pemilik rumah tidak kenal. Karena pelaku juga baru datang dan berpura-pura mau mengontrak rumah dengan saya. Karena saya telah menjadi korban hingga melaporkan kejadian ini ke Polresta Malang Kota,” ujar DA. (gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *