Connect with us

Pemerintahan

Dengar Ada Jembatan Putus, Bupati Karna Langsung Tinjau Lokasi Usai Pengajian

Diterbitkan

||

Dengar Ada Jembatan Putus, Bupati Karna Langsung Tinjau Lokasi Usai Pengajian

Memontum Situbondo – Bupati Situbondo Karna Suswandi yang akrab disapa Bung Karna turun langsung ke Desa Kedunglo, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, setelah mendengar adanya peristiwa jembatan putus, Senin (29/03) kemarin.

Bupati Situbondo ini nekat mendatangi lokasi kejadian menggunakan sarung. Dia tidak sempat berganti pakaian pasca mengadakan pengajian karena khawatir kerusakan jembatan membawa dampak negatif atau membahayakan terhadap aktivitas warga.

Kedatangan Bung Karna, disambut gembira oleh puluhan warga. Mereka berharap, orang nomor satu di Kota Santri tersebut bisa memberikan solusi terkait peristiwa yang terjadi.

Mengingat keberadaan jembatan di lokasi sangat dibutuhkan masyarakat. Sebab menjadi jalan penghubung di pedukuhan Betolabeng dan Bengka.

“Kebetulan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga ikut ke tempat kejadian. Saya pun meminta ke pak Kadis untuk segera melakukan perbaikan. Karena jembatan tersebut merupakan akses utama masyarakat sekitar,” ucapnya.

Menurut Bupati, anggaran yang akan digunakan untuk memperbaiki jembatan putus tersebut berasal dari dana tanggap darurat.

“Untuk sementara waktu masyarakat membuat jembatan alternatif dulu. Bahannya dari bambu,” tuturnya.

Lebih lanjut, Bung Karna mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan membangun jembatan darurat. Dengan harapan warga bisa kembali melintas di atas sungai. Sehingga aktivitas dan perekonomiannya tidak terganggu.

“Saya meminta kepala desa untuk gotong-royong dengan warga membangun jembatan darurat ini,” ujarnya.

Ikut dalam kunjungan Bupati tersebut yaitu Kadis PUPR Situbondo, Kabag Humas Pemkab, Camat Asembagus dan Kades Kedunglo. (her/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *