Connect with us

SEKITAR KITA

Bupati dan Wabup Situbondo Takziah ke Warga Korban Tersambar Petir

Diterbitkan

||

Bupati Karna saat beri bantuan dan santunan kepada keluarga korban tersambar petir. (memontum.com/her)

Memontum Situbondo – Bupati Situbondo, Karna Suswandi dan Wakil Bupati, Hj Khoirani, takziah ke salah satu rumah warga di Dusun Curahguno, Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur.

Adalah keluarga almarhum Jenjen (38), yang menjadi sasaran Bupati bersama Wakil. Jejen sendiri, meninggal akibat tersambar petir.

Dalam kesempatan itu, pemimpin Kota Santri ini juga memberikan sejumlah santunan kepada keluarga almarhum. Bung Karna-sapaan Bupati, mengatakan bahwa almarhum Jenjen adalah tulang punggung keluarga bagi istri dan kedua anaknya yang masih duduk di kelas II dan V SD.

“Saat ini, tanggung jawab berada di pundak Misti (36) istrinya, untuk menanggung biaya hidup bagi kedua anaknya,” kata Bupati.

Dirinya menerangkan, bahwa pihaknya menawarkan pendidikan gratis bagi kedua anak almarhum. Sehingga, anak keduanya bisa melanjutkan pendidikan ke pesantren milik Wakil Bupati.

Nyai Hj Khoirani sendiri, dalam kesempatan itu mempersilahkan kedua anak almarhum, untuk mengenyam pendidikan formal ataupun non formal di pesantren yang diasuhnya itu.

“Pesantren Miftahul Ulum Besuki, yang kami asuh, terbuka untuk siapapun, terlebih kepada yatim yang ingin mengenyam pendidikan agama maupun umum,” terang Nyai Hj Khoirani.

Menurutnya, pemerintah setempat juga akan memberikan prioritas kepada keluarga korban tersambar petir untuk diusulkan sebagai penerima program bantuan sosial PKH atau jenis lainnya, yang bisa meringankan beban Misti, ibu dari kedua anak Jenjen.

“Mereka dari keluarga tidak mampu, nanti kita akan tanyakan kepada para pendamping PKH, apakah mereka itu masuk kategori penerima program PKH atau tidak,” imbuh Nyai Hj Khoirani.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Sabtu, 20 Maret 2021 sekitar pukul 20.30 WIB, Jenjen bersama anak pertama dan istrinya, pergi ke pantai untuk mencari ikan dan kepiting menggunakan jaring. Saat itu cuaca hujan disertai petir.

Begitu mendekati jaring yang dipasangnya, tiba-tiba korban langsung tergeletak. Istri dan anaknya yang berada tak jauh dari lokasi kejadian, langsung menolong korban yang sudah dalam keadaan tidak bernafas. (her/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *