Connect with us

SEKITAR KITA

Pendataan KB Tahun 2021 Situbondo Gunakan Dua Sistem

Diterbitkan

||

Pendataan KB Tahun 2021 Situbondo Gunakan Dua Sistem

Memontum Situbondo – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Situbondo memberikan pengarahan dan pelepasan kader pendata keluarga berencana di Graha Amukti Praja Pendopo Kabupaten Situbondo, Kamis (01/04).

Acara tersebut dihadiri langsung Bupati dan Wabup Situbondo, Kepala DPPKB Situbondo Drs. Imam Gazali beserta staff dan para peserta kader pendataan keluarga berencana.

Bupati Situbondo, Karna Suswandi mengatakan, adanya pendataan keluarga berencana sangat penting karena untuk mendapatkan data yang valid agar kebijakan yang dilakukan pemerintah ke depannya bisa tepat sasaran.

Alasan para kader pendataan dikumpulkan yang pertama adalah perhatian presiden terkait angka stunting bisa turun dalam jangka waktu tiga tahun, kedua yaitu mengurangi angka kemiskinan dan ketiga persoalan rumah tidak layak huni agar bisa terdata oleh para petugas kader pendataan KB.

“Personil kader pendataan data keluarga berencana yang diturunkan jumlahnya sangat banyak, namun yang dikumpulkan sebagian kader pendata karena sudah bisa menjangkau dan tidak berbasis desa lagi tetapi disesuaikan berdasarkan kepadatan penduduknya,” jelasnya.

Sementara itu Kepala DPPKB Situbondo Drs. Imam Gazali menerangkan, pendataan keluarga berencana dilakukan secara nasional dimulai tanggal 1 April sampai 31 Mei 2021 termasuk Kabupaten Situbondo yang diawali pendataan kepada Bupati Situbondo beserta ibu.

Perlu diketahui dalam pendataan data keluarga berencana menggunakan dua sistem, yaitu pertama sistem pakai smartphone baru di terapkan tahun ini dan memakai form sistem manual.

Di Kabupaten Situbondo ada dua desa yang masih menggunakan pendataan data secara manual yaitu Desa Kayumas dan Curah Tatal, Kecamatan Arjasa dikarenakan kendala sinyal lemah tetapi yang lainnya sudah memakai smartphone.

“Tadi pagi kami dihubungi oleh pimpinan provinsi, terkait dihari pertama dan masih baru pertama kali memakai sistem smartphone, khawatir servernya lemot karena seluruh Indonesia datanya masuk di satu titik yaitu pusat, jika ada kendala di daerah, akan kami segera komunikasikan ke provinsi agar disampaikan ke pusat. Pendataan keluarga berencana gunakan smartphone waktunya 24 jam, maksudnya saat mendata bisa langsung menginput ke server kita serta provinsi dan pusat,” ungkapnya. (her/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *