Connect with us

Politik

LKPJ Bupati Probolinggo Tahun 2020 Mulai Dibahas

Diterbitkan

||

LKPJ Bupati Probolinggo Tahun 2020 Mulai Dibahas

Memontum Probolinggo – Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Probolinggo Tahun 2020 mulai dibahas oleh eksekutif dan legislatif. Pembahasan diawali dengan penyampaian Nota Penjelasan Bupati pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Probolinggo, Kamis (01/04).

Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Jon Junaidi, ini dihadiri pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo. Dari pihak eksekutif, hadir Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko, Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Serta Forkopimda dan BUMD/BUMN/instansi vertikal di Kabupaten Probolinggo.

Dalam nota penjelasan Bupati Probolinggo yang dibacakan oleh Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko disebutkan, bahwa pelaksanaan pembangunan dan pelayanan pada masyarakat selama tahun 2020 kurang optimal dikarenakan adanya refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19 yang mempengaruhi semua sektor pembangunan dan tatanan kehidupan sosial budaya.

“Jumlah penduduk tahun 2020, menurut hasil estimasi BPS Kabupaten Probolinggo tercatat sebanyak 1.152.537 jiwa terdiri dari 568.684 jiwa laki-laki dan 583.853 jiwa perempuan,” katanya.

Capaian pembangunan bidang ekonomi di Kabupaten Probolinggo, baik yang dilakukan oleh pemerintah daerah, sektor swasta maupun masyarakat menunjukkan penurunan. Hal ini tercermin dari turunnya kontribusi sektor pembangunan dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) maupun pendapatan per kapita (PDRB perkapita).

Terjadinya pandemi Covid-19 mempengaruhi kebijakan umum pengelolaan keuangan daerah meliputi realisasi pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah.

Realisasi pendapatan daerah tahun 2020 sebesar Rp 2.327.401.270.204,99, realisasi belanja daerah tahun 2020 sebesar Rp 2.285.762.057.845,95, realisasi penerimaan pembiayaan daerah tahun 2020 sebesar Rp 185.220.983.714,44 dan realisasi pengeluaran pembiayaan daerah tahun 2020 sebesar Rp 18.038.000.000.

“Program kegiatan serta hasil pencapaian terhadap penyelenggaraan pemerintahan maupun pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan pada tahun 2020 di tengah terjadinya pandemi Covid-19 terbagi dalam urusan wajib pelayanan dasar, urusan wajib non pelayanan dasar, urusan pilihan dan urusan pemerintahan fungsi pendukung,” jelasnya.

Untuk selanjutnya kekurangan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat menjadi bahan evaluasi untuk secara terus menerus diperbaiki dan ditingkatkan dengan mengoptimalkan segala sumber daya dan dukungan semua pihak dengan harapan secara bertahap dapat mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean governance).

“Atas nama Pemerintah Daerah, pada kesempatan ini saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setulus-tulusnya atas kerja sama dan dukungan Pimpinan serta segenap Anggota DPRD. Demikian pula ucapan terima kasih disampaikan kepada Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan parpol, ormas dan segenap elemen masyarakat yang telah secara bersama-sama berupaya menciptakan situasi kondusif di Kabupaten Probolinggo,” ucapnya. (geo/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *