Connect with us

Hukum & Kriminal

Giliran Dua Ekor Sapi Warga Randuagung Lumajang Raib dari Kandang, Kapolsek Minta Masyarakat Lapor dan Waspada

Diterbitkan

||

Giliran Dua Ekor Sapi Warga Randuagung Lumajang Raib dari Kandang, Kapolsek Minta Masyarakat Lapor dan Waspada

Memontum Lumajang Tren pencurian sapi (Curwan) akan naik selama Bulan Suci Ramadhan, kembali terjadi di wilayah hukum Polres Lumajang. Kali ini, sasaran aksi kawanan pelaku yang lebih satu orang itu, mengarah ke Nitu Asri (67) warga Sumber Tumpuk, Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung.

Kapolsek Randuagung, Iptu Darmanto, ketika dikonfirmasi memontum.com Jumat (02/04) tadi, mengatakan jika pencurian sapi di Desa Kalipenggung, terjadi pada Senin (29/03). Korban sendiri, terkait nasib naas tersebut, tidak melaporkan kejadian ke Polsek Randuagung.

“Untuk kejadian pencurian sapi di Desa Kalipenggung, korbannya tidak melaporkan kepada petugas. Meski demikian, anggota yang mendengar informasi itu, langsung mengecek ke TKP. Termasuk, turut membantu melakukan pencarian bersama korban melalui jejak kaki sapi, yang ditinggalkan di sekitar lokasi. Bahkan, pdilakukan sampai di batas Desa Ranuwurung Ranulogong, di atas jalan sebelah Ranu, kita kehilangan jejak. Sampai hari ini, sapi korban belum diketemukan,” terangnya.

Menyikapi kejadian itu, Kapolsek mengingatkan masyarakat, agar proaktif bila ada kejadian pencurian. Salah satunya, sesegera mungkin melaporkan kepada Polisi. Sehingga, agar bisa cepat dilakukan tindakan yang diperlukan dan lebih cepat bisa mengungkap atau lebih mudah untuk menemukan kembali sapi yang hilang.

Selain itu, Darmanto juga menyampaikan, agar masyarakat tidak lengah dan selalu meningkatkan kewaspadaan menjelang Bulan Suci Ramadhan. “Sebagai Kapolsek Randuagung, saya mengimbau agar masyarakat proaktif. Segera melaporkan kejadian, apabila terjadi pencurian. Sehingga, polisi bisa segera berbuat, bertindak, berkoordinasi dengan kepala desa dan Satgas untuk menghalau atau menghadang upaya pencurian sapi. Sehingga, secara bersama-sama bisa lebih mudah untuk menemukan sapi itu kembali,” ungkapnya.

Dalam kejadian itu, Nitu Asri, warga Sumber Tumpuk, Desa Kalipenggung, harus merelakan dua ekor sapi miliknya. Sapi jenis kelamin jantan dan betina, satu warna merah ada putih di kepala dan satunya warna merah tua, telah raib dari kandang yang berada di belakang rumahnya.

Dikatakan korban, nasib apes itu, baru diketahuinya pada dini hari. Usai melaksanakan Sholat Subuh, korban yang bermaksud memberikan makan sapi, sudah mendapati hewan tersebut sudah raib.

“Terakhir, jam 23.45, saya masih memberi makan. Lalu, jam 02.00 memberi makan lagi. Jam 03.00, sapi masih ada. Setelah itu, sekitar pukul 04.30, saya shalat subuh. Baru setelah melihat kandang, sapi-sapi sudah kosong,” terang Asri, seraya menambahkan, bahwa dirinya tidak melaporkan kejadian kepada petugas dan hanya mengadu kepada kepala dusun. Usai kejadian, polisi bersama Babinsa datang, untuk membantu melakukan pencarian. (adi/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *