Connect with us

SEKITAR KITA

Sekretaris Utama Kemaritiman Kunjungi UPT PPP Mayangan, Ini Pesannya

Diterbitkan

||

Sekretaris Utama Kemaritiman Kunjungi UPT PPP Mayangan, Ini Pesannya

Memontum Probolinggo – Sekretaris Utama Kemaritiman bersama Tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jakarta juga Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG Pasuruan menyempatkan waktunya untuk mengunjungi Kantor UPT PPP Mayangan Probolinggo di ruang Pelayanan Kesyahbandaran melalui display penyajian data cuaca.

Dengan didampingi Kepala Syahbandar UPT PPP Mayangan Probolinggo, Arif Wahyudi, Sekretaris Utama meninjau setiap peralatan serta bertatap muka dengan para staf, Sabtu (3/04).

Baca juga: Antisipasi Kecelakaan Laut, Syahbandar Bersama Pos AL Mayangan Lakukan Pemeriksaan Dokumen Kapal

Dalam tatap mukanya, sekretaris Utama mendengarkan setiap permasalahan yang sampai saat ini belum bisa diselesaikan mulai dari permasalahan SDM, kerusakan alat karena faktor usia dan lainnya.

Dalam pesannya, Sekretaris Utama, Dwi Budi Sutrisno menyampaikan, setiap usul dan saran yang ada akan ditampung. Salah satu cara tercepat solusinya yakni dengan peningkatan infrastruktur teknologi, sehingga SDM yang ada saat ini bisa maksimal dalam pengoperasian peralatan yang ada.

“Sebagai staf harus rajin mempelajari hal-hal baru di luar diklat yang diselenggarakan oleh BMKG, sehingga di era milenial 4.0 menuju pelayanan prima,” ujarnya.

Sebelum meninggalkan Pelabuhan Perikanan Mayangan, Sekretaris Utama Kemaritiman bersama tim BMKG Pusat beserta rombongan juga menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat sandar kapal milik nelayan yang ada di pelabuhan perikanan Mayangan. Dilanjutkan menuju Break Water yang ada di ujung Utara.

Sementara itu, Kepala Syahbandar UPT PPP Mayangan, Arif Wahyudi mengatakan, dalam kunjungannya Sekretaris Utama Kemaritiman bersama Tim BMKG Jakarta juga Kepala UPT BMKG Pasuruan dalam rangka untuk melihat langsung di Ruang Pelayanan Kesyahbandaran melalui display penyajian data cuaca. Ada kendala pada alat BMKG yang tidak bisa mendeteksi adanya angin lokal yaitu angin Gending.

“Pihak BMKG akan berupaya dengan memasang alat baru agar bisa mendeteksi adanya cuaca yang berkaitan dengan angin Gending,” ujarnya. (geo/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *