Connect with us

Hukum & Kriminal

BNN dan Petugas Polresta Malang Kota Razia Lapas Wanita Sukun

Diterbitkan

||

BNN dan Petugas Polresta Malang Kota Razia Lapas Wanita Sukun
Kalapas Wanita Sukun Tri Annna dan Kepala BNN Kota Malang AKBP Agoes Irianto usai melakukan razia. (ist)

Memontum Kota Malang – Petugas Lapas Perempuan Klas II A Malang/Lapas Wanita Sukun melakukan razia dan pengeledahan di blok hunian pada Selasa (6/4/2021) pukul 09.00 hingga pukul 11.00.

Dalam razia ini, petugas Lapas Perempauan Sukun mengandeng petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang dan Polresta Malang Kota. Tentunya razia dan pengeledahan ini dilakukan demi mencegah masuknya barang terlarang di lingkungan Lapas.

Baca juga:

Kepala Lapas Perempuan Malang, Tri Anna Aryati mengatakan bahwa pengeledahan dan razia ini rutin di lakukan di lingkungan lapas. Yakni dengan sasaran setiap blok hunian warga binaan. Terutama di blok warga binaan kasus narkoba.

“Ada empat blok warga binaan pemasyarajatan terutama blok narkoba. Kami lakukan pengeledahan satu persatu di setiap.kamar hunian. Selama.dua jam pemeriksaan dan pengeledahan, aman tidak ditemukan barang terlarang,” ujar Tri Anna.

Petugas gabungan yang melakukan pengeledahan sempat menemukan dua poket mencurigakan berisi bubuk putik. Namun setelah diperiksa oleh petugas BNN, yernyata bukan narkoba melainkan tawas.
“Bubuk tawas kami perbolehkan masuk ke lingkungan lapas digunakan sebagai deodoran. Sebab deodoran yang model roll on rawan di salah gunakan. Kegiatan seperti ini rutin kami lalukan sewaktu-waktu,” ujar Tri Anna.

Kepala BNN Kota Malang, AKBP Agoes Irianto berharap legiatan seperti ini akan terus dilakukan berkesinambungan.

“Kami apresiasi kegiatan yang dilakukan oleh LPP Klas II Malang. “Sesuai harapan kami, yaitu Indonesia Bersih Narkoba atau biasa disingkat Indonesia Bersinar. Perangi segala bentuk dan jenis narkotika. Untuk mewujudkan lingkungan bersih dari narkotika, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan kerja termasuk lingkungan lapas. Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan berkesinambungan,” ujar AKBP Agoes. (gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *