Connect with us

Pemerintahan

Kabupaten Sumenep Alami Surplus Beras 44.833 Ton

Diterbitkan

||

Kabupaten Sumenep Alami Surplus Beras 44.833 Ton
PANEN : Wabup Sumenep bersama petani memamerkan hasil pertanian hasil uji coba pupuk organik di Desa Paberasan, Kabupaten Sumenep. (Memontum.com/Edo)

Memontum Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) sukses melakukan uji coba pupuk organik produk Natural Nusantara (Nasa).

Terbukti, petani padi sukses besar dengan panen raya yang digelar sekitar pukul 08.00 WIB di Desa Paberasan, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Selasa (06/04).

Baca juga:

Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah mendorong para petani Desa Paberasan dan Masyarakat pada umumnya untuk melakukan akselerasi pembangunan di segala bidang, khususnya di sektor pertanian.

“Perlu diperhatikan, saya mengharapkan para petani agar dapat menjalin komunikasi dan kerja sama antara kelompok petani dengan pemerintah daerah, dunia usaha, serta lembaga penelitian dan pengembangan.

Sehingga produksinya makin besar, makin tahan serangan hama, kemudian makin efisien penggunaan pupuk, dan akhirnya produksi dan produktivitasnya makin tinggi,” ujarnya.

Jadi, kata Nyai Eva, biasa dipanggil, kepada Dispertahortbun untuk terus melakukan berbagai macam uji coba pengembangan pertanian dari segala aspek, termasuk pengembangan pertanian organik.

Sebab era sekarang, masyarakat dunia mulai sadar bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian pupuk berbahan kimia sintetis dalam pertanian. Orang semakin arif dalam memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan.

“Harapan saya kepada dinas terkait, para penyuluh pertanian dan pihak terkait lainnya, untuk memberikan perhatian bertemu dengan petani. Agar mengerti apa yang diperlukan petani, mengerti persoalannya. Dengan demikian, kebijakan yang diambil merupakan solusi yang tepat dan menguntungkan para petani,” terang Wakil Bupati Sumenep ini.

Dijelaskan, Kabupaten Sumenep memiliki potensi besar dalam sektor pertanian seperti padi atau beras. Sebab hasil produksi beras di Sumenep cukup melimpah. Hal itu ditopang oleh luas lahan pertanian mencapai 168.673 hektar.

Terdiri atas lahan sawah seluas 25.681 hektar dan tegalan seluas 117.341 hektar. Dan 65 persen masyarakat Sumenep bermata pencaharian sebagai petani.

Politisi perempuan ini mengatakan berdasarkan data terbaru terkait ketersediaan beras di Kabupaten Sumenep dapat disampaikan bahwa pada periode Januari hingga Mei tahun 2020 dengan konsumsi beras sebesar 81,6 kilogram perkapita pertahun.

Maka ketersediaan beras di Kabupaten Sumenep sebesar 91.028 ton. Sedangkan kebutuhan beras sebesar 46.195 ton, sehingga mengalami surplus beras sebesar 44.833 ton. (roz/edo/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *