Connect with us

Pendidikan

Universitas Darul ‘Ulum Jombang Lakukan MoU dengan Bawaslu

Diterbitkan

||

Memontum Jombang – Universitas Darul ‘Ulum Jombang melakukan kerja sama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jombang, Jumat (09/04) tadi. Kerja sama yang diteruskan dengan penandatanganan nota kesepahaman dalam hal ‘Pengembangan Pengawasan Partisipatif di Wilayah Kabupaten Jombang’ itu, digelar di Kantor Bawaslu Jombang.

Ketua Bawaslu Jombang, Ahmad Udi Masjkur, dalam keterangannya mengatakan, Bawaslu memiliki mandat untuk mengawasi proses penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada. Sehingga, dibutuhkan keterlibatan semua pihak dalam penyelenggaraan pengawasan Pemilu dan Pilkada.

Baca juga:

“Keterlibatan masyarakat harus juga diwujudkan dengan melakukan pengawasan atas kecurangan yang terjadi. Serta, melaporkannya kepada pengawas sebagai lembaga yang bertugas mengawasi proses Pemilu dan Pilkada,” kata Ahmad Udi Masjkur.

Ditambahkan, Bawaslu Kabupaten Jombang memiliki beberapa tugas untuk pengembangan, pengawasan partisipatif, sosialisasi pendidikan pemilih (voter education), kerjasama antar lembaga masyarakat maupun kerjasama antar Lembaga Pendidikan Tinggi maupun Sekolah. Oleh karena itu, Bawaslu berkolaborasi dengan Universitas Darul ‘Ulum dalam pengembangan pengawasan partisipatif.

“Universitas Darul ‘Ulum dipilih sebagai mitra strategis Bawaslu dengan harapan ke depan dapat melaksanakan program-progam kolaborasi yang saling menguntungkan kedua lembaga. Selain itu juga, Universitas tersebut juga memiliki Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang secara Visi mempersiapkan lulusan berkualitas, berwawasan global dan memiliki kemampuan praktis dalam akademiknya tentang kepemiluan,” ungkap Ahmad Udi Masjkur.

Project Kolaborasi Bawaslu bersama Universitas Darul ‘Ulum sendiri, dalam Pengembangan Pengawasan Partisipatif ini perlu disusun agar memudahkan dalam pelaksanaan program program yang telah disepakati selama 4 tahun sesuai MOU yang dilaksanakan Lembaga Bawaslu bersama Universitas Darul Ulum.

“Bawaslu dalam siklus pra-tahapan maupun pasca tahapan, utamanya akan melangsungkan program pengasahan pengembangan pengawasan partisipatif yang melalui kerjasama sinergi dengan beberapa tokoh masyarakat terkait perlawanan hoax dan ujaran kebencian,” ujarnya. (azl/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *