Connect with us

Pendidikan

Disdikbud Terima Kunjungan Studi Tiru Disdikbud Bondowoso

Diterbitkan

||

Memontum Situbondo – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bondowoso melakukan lawatannya ke Disdikbud Situbondo, Rabu (14/04) tadi. Lawatan berupa studi banding yang berlangsung di Aula KH Ahmad Dahlan Kantor Diknasbud Situbondo, dalam rangka studi tiru penerapan sistem aplikasi RKAS BOS pada Disdikbud Kabupaten Situbondo.

Dalam kesempatan itu, sebanyak 22 orang di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bondowoso, turut ambil bagian. Kunjungan ini, tidak lain untuk melakukan studi tiru inovasi tentang pengelolaan BOS (bantuan operasional sekolah) yang ada di Dinas Pendidikan (Dispendik) dan inovasi sekolah jenjang SD dan SMP di Kabupaten Situbondo, terutama penerapan sistem Aplikasi RKAS BOS.

Baca juga:

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso, Haeriyah Yuliati, dalam kunjungannya diterima langsung Kepala Dispendik Kabupaten Situbondo, yang diwakili oleh Sekretaris Dispendik, Drs H Moh Nur Hidayat M.Pd serta Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas), Hari Subagyo M.Pd.

Haeriyah Yuliati menerangkan, bahwa ke 22 orang yang studi tiru ini, karena banyaknya temuan BPK terkait pengelolaan dana BOS di lingkungan Diknasbud Bondowoso. Oleh karenanya, Plt Kepala Diknasbud Bondowoso Haeriyah Yuliati, mengajak ke 22 orang tersebut agar belajar pengelolaan dana.

“Agar bagaimana upaya dari teman-teman ini, bisa mengalami perubahan. Termasuk, tidak selalu berurusan dengan BPK, akibat adanya temuan atau kesalahan pengelolaan,” katanya.

Lebih lanjut Haeriyah Yuliati menambahkan, bahwa pihaknya sekali lagi melakukan studi tiru dan bukan studi banding. “Hasil dari sini akan dievaluasi. Mana yang bisa ditiru dan mana yang belum bisa. Silakan ambil yang baik-baik,” paparnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs H Moh Nur Hidayat M.Pd, dalam kesempatan itu menjelaskan bahkan berbagai inovasi pendidikan yang ada di Dispendik. Inovasi tersebut, untuk peningkatan kompetensi guru, peningkatan kompetensi siswa, peningkatan kualitas sekolah serta ketersediaan layanan pendidikan bermutu kepada masyarakat.

“Kepala sekolah dan guru kami juga sering mengikuti program pertukaran. Mereka menularkan praktik-praktik baik ke sekolah-sekolah binaan yang menjadi mitra. Jadi, kami siap berdiskusi dan berbagi tentang inovasi pendidikan,” terangnya.

Tidak hanya itu, Sekdis Diknasbud Nur Hidayat, juga menjelaskan adanya pendamping-pendamping Bos yang ada serta juga menyiapkan operator sekolah dari jenjang SD hingga operator sekolah jenjang SMP. Kita akan saling berbagi ilmu, tentang pengelolaan dana Bos dengan menerapkan sistem aplikasi RKAS BOS. (her/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *