Connect with us

Jember

Pagar Nusa Meminta Aparat Tindak Tegas Aksi Barbar Oknum PSHT

Diterbitkan

||

Memontum Jember – Aksi barbar oknum anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) yang menyebabkan anggota perguruan silat Pagar Nusa harus dirawat di rumah sakit, memantik keprihatinan pengurus Pagar Nusa. Pasalnya anggota perguruan silat terafiliasai dengan Nahdlatul Ulama (NU) itu kerap diserang oleh perguruan silat PSHT.

Pengurus Pagar Nusa meminta ketegasan dari pihak aparat kepolisian untuk menindak para pelaku sesuai hukum yang berlaku.

“Kasus yang terjadi di Bangsalsari dan Puger itu bukan yang pertama. Catatan kami, selama ini sudah puluhan kali anggota Pagar Nusa diserang oleh oknum pesilat PSHT. Dari puluhan kasus tersebut, hanya empat yang dibawa ke jalur hukum,” ujar  Ketua Pagar Nusa Jember, H Fathorrozi, dalam jumpa pers bersama yang digelar di Kantor PC NU Jember, Selasa (20/04) tadi

Karena itu, dalam rapat bersama dengan PC NU Jember, Pagar Nusa sepakat untuk mengawal kasus ini bisa diselesaikan di pengadilan. Pagar Nusa mantap menolak penyelesaian damai di luar pengadilan.

“Kami minta polisi berani bertindak tegas demi keutuhan NKRI dan juga menjaga kondusivitas di  Jember. Kalau memang ada anggota kami yang melanggar hukum, silakan ditindak,” papar Rozi, sapaan akrabnya.

Baca Juga:

Beberapa kasus kekerasan yang melibatkan oknum PSHT telah terjadi beberapa kali. Kasus yang terakhir terjadi di Bangsalsari pada hari Sabtu (17/04) dan Minggu (18/04). Kasus ini bermula ketika empat Anggota Pagar Nusa sedang ngabuburit mencari menu berbuka. Salah satu diantara empat pesilat tersebut mengenakan kaos atau atribut Pagar Nusa. Saat itu mereka dihadang oleh sekelompok anggota PSHT agar mencopot kaos mereka. “Lalu mereka bertemu sekitar 20 pesilat PSHT dan diminta mencopot kaos anggota kami menolak, lalu dikeroyok,” tutur Rozi.

Sementara itu, Wakil Ketua PC NU Jember, Akhmad Taufiq, juga meminta kepada media untuk tidak ragu menulis nama PSHT jika terjadi kasus anarkis yang melibatkan perguruan tersebut. “Karena selama ini kami melihat, hanya ditulis oknum pesilat tanpa ada nama perguruannya,” papar Taufiq.

Untuk diketahui, Perguruan silat Pagar Nusa meminta polisi bertindak tegas kepada pelaku pengeroyokan terhadap anggotanya tersebut. Pagar Nusa mengaku prihatin karena anggotanya kerap diserang oleh perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Tidak hanya terjadi kepada anggota Pagar Nusa, ulah arogan yang berakhir dengan aksi kekerasan juga terjadi pada perguruan silat yang lain. Salah satunya pada anggota Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia (GASMI) di daerah Desa Kasian, Kecamatan Puger.

”Kasusnya terjadi di daerah Kasian, Kecamatan Puger hanya karena menyapa dengan mengebel (klason) sekolompok anggota PSHT. Mereka kemudian membuntuti dan tidak terima kemudian memberhentikan anggota kita lalu dihajar,” kata Khoirul salah satu pengurus Gasmi.

Atas nama organisasi, Khoirul juga menginginkan tindakan tegas kepada oknum PSHT yang telah melakukan aksi kekerasan.

”Makanya saya ikut rapat dengan Pagar Nusa dan PCNU Jember agar aparat kepolisian menindak tegas oknum PSHT suka dengan aksi kekerasan,” jelasnya. (rio/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *