Connect with us

SEKITAR KITA

Komunitas Berendam SL Probolinggo Gelar Lomba Suami Merias Wajah Istri di Hari Kartini

Diterbitkan

||

Komunitas Berendam SL Probolinggo Gelar Lomba Suami Merias Wajah Istri di Hari Kartini

Memontum Probolinggo – Komunitas berendam SL (Sahabat Laut) dalam peringatan Hari Kartini Tahun 2021 menyelenggarakan lomba para suami merias wajah istri. Lomba ini diikuti seluruh anggota komunitas berendam Sahabat Laut. Dilaksanakan di Area Wisata Njegur UPT PPP Mayangan Probolinggo, Rabu (21/04).

Tak ayal suasana pun menjadi heboh. Berbagai polah para bapak dalam meracik make up pun memancing tawa peserta lain. Maklum, tak semua pria itu terbiasa berkutat dengan tata rias. Berbagai cara pun dilakukan para bapak itu untuk bisa jadi juara. Mulai persiapan dengan kursus khusus pada istri hingga melakukan inovasi kreatif.

Baca juga:

Seperti yang dilakukan seorang pedagang manga yang ada di Pasar Gotong Royong, Aba Umar, yang ikut merias wajah istri tercintanya. Tak mau kalah inovatif, perias peserta lainnya H. Rochim yang merias istri dengan coretan coretan yang unik. “Kita buat memang begini biar kesannya lebih menarik,” cetus dia.

Sementara itu,salah satu anggota Komunitas Berendam SL (Sahabat Laut),Nadia Nanik, menjadi salah satu jurinya. ”Nilainya macam-macam. Ada yang terlalu tebal saat memberikan lipstick dibibir, terlalu tipis, bahkan ada yang agak belepotan,” kata Nanik.

Nadia Nanik juga menambahkan dengan diadakannya perlombaan merias wajah dalam rangka menyambut hari Kartini diharapkan para pria mengetahui betapa pentingnya peran perempuan. “Para ibu ini selalu menjaga keseimbangan. Menjaga anak dan mendukung suaminya, juga ikut ambil bagian dalam kegiatan lain. Ini potret dari RA. Kartini masa kini,” terangnya.

Selain itu, lanjut Aba Mamek kegiatan ini juga bisa menumbuhkan rasa kebersamaan satu sama lainnya, khususnya yang tergabung dalam Komunitas Berendam SL. “Biar kompak, sesekali perlu bergembira,” ujar Aba Mamek.

Kemeriahan acara menyambut Hari Kartini ini terlihat dengan perlombaan merias wajah yang dilakukan oleh para bapak- bapak terhadap istrinya. Hanya boleh menyentuh, ibu-ibu itu pun memancing gelak tawa saat melihat hasil rias yang belepotan. (geo/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *