Connect with us

SEKITAR KITA

Kalapas Jember Menduga Terpaparnya 12 WBP Karena Tertular dari Sipir

Diterbitkan

||

Kalapas Jember Menduga Terpaparnya 12 WBP Karena Tertular dari Sipir

Memontum Jember – Kepala Lembaga pemasyarakatan (Kalapas), Yandi Suwandi, akhirnya buka suara terkait seorang petugas dan 12 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang terinfeksi virus Corona atau Covid-19. Yandi yang dikonfrimasi awak media melalui telepon, menduga terpaparnya warga binaan akibat tertular dari sipir atau petugas Lapas.

Pihak Lapas menurut Yadi, selama ini telah menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 secara ketat, agar Lapas Kelas IIA Jember, tidak menjadi kluster baru. Penyebaran virus ini, berawal dari adanya warga binaan dari blok wanita yang mengeluh sakit.

Baca juga:

“Waktu itu ada satu orang napi wanita (38) yang menjalani hukuman 4 tahun, mengeluh sakit, dengan gejala sesak napas, Kemudian diperiksa dan terkonfirmasi positif Covid-19. Kemudian langsung dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan, diisolasi di rumah sakit. Tapi sekarang sudah sehat, dan jalani masa tahanan lagi,” kata Yandi saat dikonfirmasi, Minggu (25/04) malam.

Mengetahui hal itu, lanjut Yandi, pihaknya langsung melakukan tracing pada seluruh penghuni Lapas, para penghuni Lapas dilakukan swab tes seluruh tahanan di blok wanita. “Karena yang mengeluh sakit di blok wanita. Khususnya yang kontak erat dengan yang terpapar. Termasuk 5 penjaga yang bertugas jaga. Di swap ada 36 orang termasuk petugas dan pegawai. Didapati 10 napi wanita positif,” sebutnya.

“Kemudian satu pegawai, petugas sipir, positif, dan napi pria yang ditunjuk sebagai kader kesehatan yang membantu petugas kesehatan di Lapas juga positif. Sehingga terungkap ada 12 orang positif Covid-19,” terang Yandi Suwandi.

WBP yang dinyatakan terkonfirmasi positif ternyata rata-rata tanpa gejala. Para napi wanita tersebut akhirnya diisolasi di blok mereka dengan pengawasan ketat dari Satgas Covid-19 Lapas.”Selanjutnya dilakukan isolasi di ruangan khusus, yang butuh penanganan medis dibawa ke rumah sakit,” ucapnya.

Sedangkan napi wanita pertama yang terkonfirmasi positif Covid-19 sudah sembuh dan harus melanjutkan masa hukumannya. “Sehingga kembali lagi ke Lapas untuk menjalani sisa masa hukuman,” katanya.

Terkait WBP perempuan pertama yang terkonfirmasi positif Covid-19 tertular dimana? Yandi mengaku tidak mengetahui terpapar atau tertular dari mana. “Bisa jadi tertular dari sipir (petugas jaga). Karena kan banyak petugas yang keluar masuk,” ucapnya.

Untuk upaya menjaga agar tidak tertular dari virus Covid-19, Yandi berdalih, pihaknya sudah melakukan prokes ketat. “Makanan yang dikirim dari luar menurut kami sudah steril, sementara saat ini untuk kunjungan langsung tidak ada. Diganti dengan Video Call. Tapi untuk memberikan barang bagi napi masih diperbolehkan,” ucapnya.

“Untuk blok wanita dan pria juga sudah dipisah,” katanya. Namun untuk menjaga hal itu, pihaknya akan lebih melakukan prokes ketat. (rio/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version