Connect with us

Pemerintahan

Terima Kunker Satgas Covid-19 Pusat, Kota Malang Dapat Apresiasi

Diterbitkan

||

Terima Kunker Satgas Covid-19 Pusat, Kota Malang Dapat Apresiasi

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menerima kunjungan kerja (kunker) Satgas Covid-19 pusat, Selasa (04/05) tadi. Wali Kota Malang, Sutiaji, usai kunjungan kerja mengatakan, bahwa pihak Satgas Covid-19 memang sedang memantau seluruh daerah Jawa-Bali.

“Jadi melihat kesiapan dan persiapan untuk hari raya dan setelahnya. Karena nanti usai lebaran dikhawatirkan ada ledakan Covid-19,” ujarnya.

Baca juga:

Saat pertemuan yang berlangsung tertutup itupun, orang nomor satu di Kota Malang tersebut juga telah memaparkan kondisi perkembangan Kota Malang selama masa pandemi. Terlebih ketika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro mulai diterapkan.

“Bahwa sesungguhnya PPKM mikro memang inisiatif Kota Malang melalui Kampung Tangguh yang pernah kita galakkan. Dan beliau senang dengan progres Kota Malang dalam hal menangani Covid-19,” jelasnya.

Bahkan sejauh ini, ditegaskan pemilik kursi N1 itu, persiapannya justru penguatan di PPKM mikro “Kalau penyekatan kan tertata, ada di beberapa titik tertentu. Namun kalau PPKM mikro berlangsungnya di setiap Rt dan 24 jam,” tegas Wali Kota.

Senada dengan Sutiaji, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif, menyatakan bahwa ada apresiasi dari Satgas Covid-19 pusat.

“Tadi memang lebih khusus lagi ditekankan pada peran daripada PPKM mikro. Dimana PPKM mikro Kota Malang sudah jalan, bahkan di masing-masing Rt, sejumlah 4.273 itu sudah ada posnya. Itu menjadi catatan tersendiri bagi Satgas Covid-19 pusat, dan kami diapresiasi bahwa best practice ya di Kota Malang,” ungkapnya.

Apresiasi best practice diberikan karena tak hanya sekedar ada berita maupun ada data, namun benar-benar sudah terlaksana. Artinya memang ada realita yang jalan di Kota Malang terkait PPKM mikro.

Salah satunya adalah lomba penghargaan posko PPKM mikro. “Posko PPKM mikro kita lombakan, mulai tingkat kelurahan, kemudian tingkat kecamatan. Supaya makin terpacu lagi untuk memaksimalkan PPKM mikro,” kata dr Husnul. (mus/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *