Connect with us

Pemerintahan

Wabup Syah Bercita-cita Wujudkan Trenggalek Miliki Infrastruktur Berkualitas

Diterbitkan

||

Wabup Syah Bercita-cita Wujudkan Trenggalek Miliki Infrastruktur Berkualitas
Wakil Bupati Trenggalek Syah Natanegara saat berkunjung ke kantor BBPJN Surabaya

Memontum Trenggalek – Bercita-cita menjadikan Trenggalek menjadi daerah yang diperhitungkan di Pesisir Selatan Jawa, Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhamad Natanegara berharap adanya dukungan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali di Surabaya.

Untuk maju dan berkembang tentunya perlu adanya dukungan infrastruktur yang memadai. Hal ini menjadi kendala penting yang dihadapi oleh Kabupaten yang berada di Pesisir Selatan, Barat Daya Jawa Timur ini.

Baca juga:

Lebih lebih kemampuan anggaran yang kian menurun akibat Pandemi Covid 19. Beberapa pos anggaran infrastruktur harus direlakan untuk di re-alokasikan kembali untuk penanganan wabah ini.

Berharap dukungan dari kepanjangan tangan Kementrian PUPR tersebut, Wabup Syah didampingi sejumlah jajaran berkunjung langsung ke Kantor (BBPJN) di Surabaya.

Kunjungan Pemerintah Trenggalek ini diterima langsung oleh Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali, Ir. Achmad Subki, MT.

Saat menerima kunjungan kerja Pemkab Trenggalek, Kepala BBPJN menerangkan saat ini Dirjend Binamarga sedang banyak fokus untuk penyelesaian ruas Pansela di sisi Barat Daya Jawa Timur (Trenggalek-Tulungagung).

Dalam kunjungannya, Wakil Bupati Trenggalek ini berharap ada perhatian khusus dari BBPJN untuk bisa memberikan dukungan kepada Trenggalek untuk bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah utamanya di bidang infrastruktur jalan.

“Kita saat ini memiliki Terminal Tipe A di Trenggalek, namun tidak mendapatkan dukungan jalan nasional atau provinsi. Akses yang ada masih jalan kabupaten yang tentunya kualitas dukungannya berbeda,” ucap Wabup Syah, Rabu (05/05/2021) siang.

Ia juga berharap ada pertukaran jalan dari jalan kabupaten menjadi jalan nasional. Sehingga fasilitas umum ini mendapatkan dukungan infrastruktur memadai.

“Dukungan ini sangatlah penting. Dengan begitu nantinya Kabupaten Trenggalek akan menjadi daerah yang lebih baik, utamanya dari segi infrastruktur,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Trenggalek, Ramelan menerangkan, selain akses jalan menuju terminal tipe A, momentum pembangunan jalan Pansela perlu ditangkap cepat untuk menggeliatkan perekonomian di Trenggalek. Tentunya hal ini perlu mendapatkan dukungan infrastruktur juga.

“Sektor unggulan Trenggalek pariwisata, namun banyak dikeluhkan Geomatrik jalan yang sangat menanjak dan curam sehingga sering terjadi kecelakaan utamanya jalan nasional arah Panggul,” kata Ramelan.

Selanjutnya, terkait Jembatan Plengkung Nglembu, jembatan peninggalan Belanda yang diperlukan ada revitalisasi jembatan dan berharap dukungan provinsi dan nasional.

Saat ini, kerusakan jalan memang menjadi problematika yang terjadi di Trenggalek. Memperbaiki 4 ruas jalan, namun kerusakan jalan jumlahnya lebih banyak. Sehingga ini seolah tidak pernah tuntas.

“Keberadaan jalan Pansela tentunya akan mendongkrak perekonomian di wilayah Selatan diharapkan bisa berdampak ke Utara. Lagi – lagi problematikanya infrastruktur jalan,” tegasnya.

Masih terang Ramelan, pertumbuhan ekonomi di pesisir selatan jawa juga butuh beberapa infrastruktur dukungan seperti pergudangan. Karena ada pelabuhan Niaga Prigi.

Selain jembatan Plengkung Nglembu satu lagi jembatan yang diusulkan untuk mendapatkan dukungan dari balai ini, Jembatan Dawung. Karena jembatan ini fungsinya sangat penting sebagai akses keluar masuk Trenggalek.

“Bila rusak tentunya akses jalan akan terputus, apalagi sempat ada patahan jembatan beberapa waktu lalu,” tutur Ramelan.

Kepala BBPJN, Jawa Timur-Bali, Ir. Achmad Subki, MT, menyambut baik usulan dukungan dari Kabupaten Trenggalek. Ia sepakat, keindahan pantai di Trenggalek memang perlu dukungan, sebagai bentuk syukur atas ciptaan Tuhan yang sangat indah.

“Untuk akses dukungan ke Terminal Tipe A, bila memang tipe A maka BBPJN wajib memberikan akses jalan nasional pada terminal ini,” ungkap Achmad.

Namun menurut pejabat di Kementrian PU ini ada kewajiban daerah yang harus dipenuhi, menyiapkan ruas selebar 25 meter untuk akses jalan nasional.

Achmad Subki menegaskan pihaknya saat ini di selatan tengah fokus menyelesaikan Pansela untuk menghilangkan disparitas ekonomi utara dan selatan.

“Nantinya akan ada 3 jalur utama di Jawa (utara, tengah dan selatan). Dari tiga jalur ini juga disiapkan jalur – jalur yang menghubungkan antara jalur utara, tengah dan selatan,” pungkasnya. (mil/syn)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *