Connect with us

Hukum & Kriminal

Amankan Larangan Mudik, Polres Probolinggo Kota Gelar Apel dan Siapkan Tiga Titik Penyekatan

Diterbitkan

||

Memontum Probolinggo – Terhitung mulai Kamis (06/05) besok hingga 17 Mei 2021, Polres Probolinggo Kota resmi menggelar operasi kewilayahan dengan sandi ‘Ketupat Semeru 2021’. Pelaksanaan operasi itu, ditandai dengan penyematan pita operasi dalam Apel Helar Pasukan yang dilaksanakan di Halaman Mapolres Probolinggo Kota, Rabu (05/05) tadi.

Dalam apel tersebut, bertindak selaku pimpinan apel adalah Kapolres Probolinggo Kota, AKBP RM Jauhari. Sementara Wali Kota Probolinggo, diwakili oleh Sekda Kota, dr Ninik Wibowati dan Dandim 0820/Probolinggo, yang diwakili oleh Pabung, Mayor Inf Puguh Jatmiko. Sedangkan selaku Komandan Apel, dipercayakan kepada Kasatlantas, AKP Roni Faslah.

Baca juga:

Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Jauhari, dalam amanat yang disampaikan Kapolri menyampaikan, apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat-2021 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Baik pada aspek personel maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Pemda dan mitra Kamtibmas lainnya.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, tren kasus Covid-19 di Indonesia, mengalami kenaikan sebesar 2,03 persen. Hal ini, disebabkan karena adanya peningkatan aktifitas masyarakat, khususnya menjelang akhir Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. “Berkaitan dengan hal tersebut, pemerintah telah mengambil kebijakan larangan mudik pada Hari Raya Idul Fitri 1442 H,” katanya.

Semangat dalam Operasi Ketupat 2021, tambahnya, adalah upaya Polri dalam mencegah penyebaran Covid-19 melalui penyekatan dan penegakan terhadap protokol kesehatan (Prokes) dan langkah-langkah preemtif dan preventif secara humanis. “Tujuan yang ingin dicapai adalah masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman serta terhindar dari bahaya Covid-19,” papar RM Jauhari.

Pada Operasi Ketupat tahun 2021, ujarnya, substansi dari kebijakan pelarangan mudik oleh pemerintah adalah mencegah terjadinya penyebaran Covid-19, agar tidak terjadi kluster-kluster pada saat kegiatan di Bulan Suci Ramadhan. Seperti, Kluster Pesantren, Kluster Mudik, Kluster Ziarah, Kluster Taraweh, dan sebagainya.

Di akhir amanat, Kapolri menekankan kepada segenap jajarannya untuk menyiapkan mental dan fisik serta jaga kesehatan. Melakukan deteksi dini, meningkatkan kepekaan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam melaksanakan pengamanan dan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya aksi teror dan kriminalitas.

“Selanjutnya, melaksanakan pengamanan secara profesional dan humanis, penegakan hukum secara profesional dan proporsional. Memantapkan kerja sama, sinergi, menjadi teladan dalam menerapkan protokol kesehatan dan memastikan petugas frontliner telah melaksanakan program vaksinasi sebanyak 2 kali,” terangnya.

Usai apel, Jajaran Forkopimda melakukan pemeriksaan pasukan serta mengecek kesiapan sarana-prasaran penunjang dan kendaraan operasional yang akan digunakan selama Operasi Ketupat Semeru 2021 berlangsung.

AKBP RM Jauhari, saat dikonfirmasi menuturkan, Operasi Ketupat Semeru 2021 melibatkan ratusan personel gabungan yang terdiri dari personel TNI serta instansi terkait lainnya. Seperti, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, pramuka, Jasa Raharja, dan lain-lain.

Personel tersebut akan ditempatkan pada 3 pos pengamanan imbangan meliputi Wilayah Glaser dan 2 pos penyekatan yang berada di perbatasan Exit Tol (Kota Probolinggo – Malang – Pasuruan ) dan Penyekatan daerah Tongas.

“Pos penyekatan berfungsi untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, melalui pengawasan protokol kesehatan, mengecek dokumen yang harus dimiliki oleh penumpang, yaitu hasil negatif test Covid-19 paling lambat 1×24 jam, e-HAC, SIKM, dan sertifikat vaksinasi,” ujar AKBP RM Jauhari.

Petugas pos penyekatan juga akan melakukan rapid test antigen secara acak, kepada penumpang. Tujuannya, untuk mencegah dan melakukan penertiban terhadap kerumunan masyarakat dengan memberikan sanksi berupa teguran lisan, sanksi fisik, maupun denda administratif serta melaksanakan pembagian masker kepada masyarakat.

“Kita juga meningkatkan patroli dan penguatan personel pada pusat keramaian maupun pusat perbelanjaan. Kemudian, metode preemtif dan preventif humanis terus digencarkan terutama menjangkau aspek keamanan dan kesehatan serta penerapan protokol kesehatan,” imbuhnya,

Dengan digelarnya operasi Ketupat Semeru 2021 ini, pihaknya berharap kondisi Kamtibmas di Kota Probolinggo senantiasa tetap kondusif dan mampu menekan penyebaran Covid-19 khususnya menjelang, pada saat dan paska Lebaran. (geo/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *