Connect with us

SEKITAR KITA

Halau Pemudik Masuk Trenggalek, Dua Titik Penyekatan Disiagakan

Diterbitkan

||

Halau Pemudik Masuk Trenggalek, Dua Titik Penyekatan Disiagakan
Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek saat meninjau Pos penyekatan di perbatasan Trenggalek Ponorogo bersama jajaran Forkopimda.

Memontum Trenggalek – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin dan Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara didampingi jajaran Forkopimda meninjau kesiapan Pos Penyekatan Mudik jelang perayaan lebaran tahun 2021. Diketahui, Pemkab Trenggalek telah menyiapkan 2 titik penyekatan yang berada di pintu masuk Kabupaten Trenggalek.

Hal ini dilakukan, demi mengantisipasi adanya pemudik diluar daerah yang masuk ke kota dengan sebutan Kota Keripik Tempe ini.

Baca juga:

Masuk dalam wilayah Aglomerasi IV Jawa Timur, Kabupaten Trenggalek mempunyai kewajiban untuk mendirikan pos penyekatan. Dua titik penyekatan ini berada di perbatasan jalan nasional, yakni Trenggalek – Ponorogo dan Trenggalek – Pacitan.

“Jadi hari ini kita memastikan kesiapan Pos Penyekatan Mudik, karena nanti pukul 00.00 sudah memasuki waktu pelarangan mudik dan kita masuk di rayon IV. Wilayah Aglomerasi Jombang, Nganjuk, Kediri, Blitar Raya kemudian Tulungagung dan Trenggalek,” ucap Bupati Arifin saat dikonfirmasi, Kamis (06/05/2021) malam.

Rencananya penyekatan pemudik dilakukan mulai Kamis dini hari. Nantinya para pelaku perjalanan yang tidak memenuhi persyaratan yang diperbolehkan dipastikan akan diminta putar balik oleh petugas.

Penyekatan dilakukan di ruas jalan nasional yang menghubungkan Ponorogo Trenggalek dan jalan nasional yang menghubungkan Pacitan Panggul, lanjutnya.

“Kesiapan pos sudah siap, personil siaga dan kemudian ruang observasi juga siaga. Ambulan 24 jam juga kita siagakan. Jika ada yang membutuhkan penanganan medis kita sudah siap,” imbuhnya.

Selain itu, Bupati menambahkan adanya ruangan untuk manuver kendaraan untuk putar balik yang cukup luas. “Karena ini berhadapan juga dengan Rest Area di sekitar proyek Bendungan Tugu, jadi untuk kendaraan yang akan putar balik akan lebih mudah jika tempatnya lebih luas,” tegas Mas Ipin sapaan akrabnya.

Hal itu dirasa cukup kondusif dan sampai saat ini kendaraan dari arah barat masih bisa melewati jalur ini. Akan tetapi, nanti akan dihalau dengan Water Barrier dengan sistem buka tutup.

“Persyaratan yang memenuhi dipersyaratkan, boleh masuk namun yang tidak akan kita minta balik,” katanya.

Menurut suami Novita Hardini ini, penyekatan kendaraan akan diberlakukan 24 jam. Jika ada yang nekat mudik dan ketahuan, petugas akan dengan tegas menekankan pemudik untuk putar balik.

Ditanya mengenai jalur tikus, Bupati Arifin menegaskan jika jalur-jalur tikus desa dihimbau untuk melakukan penyekatan penyekatan.

“Kemarin kita sudah melakukan zoom meeting dengan kepala desa yang daerahnya bersebelahan dengan kabupaten tetangga untuk melakukan penyekatan juga,” tutur Bupati.

Sementara itu, terkait kesiapan personel, Kapolres Trenggalek, AKBP Dony Satria Sembiring menegaskan pihaknya telah melakukan gelar pasukan sebelumnya.

“Personil kita sudah siap, Ada TNI-Polri, Dishub, Senkom, Pramuka dan beberapa yang lainnya. Semoga dengan adanya titik Penyekatan Mudik ini bisa menghalau pemudik untuk patuh aturan pemerintah,” pungkas Kapolres Doni. (mil/syn)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *