Connect with us

Pendidikan

Gema Ramadhan, SLB ABD Negeri Kedungkandang Salurkan Santunan ke 41 Murid

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – SLB ABD Negeri Kedungkandang tak ingin sekedar memberi teori pada siwa siswinya dalam pembelajaran Pondok Ramadhan, SLB ABD Negeri Kedungkandang juga mengajarkan dalam bentuk praktek.

Yaitu wujud nyata dalam implementasi dari pembelajaran Pondok Ramadhan yang telah dilaksanakan dua minggu yang lalu tersebut, tersaji dalam Gema Ramadhan. Acara pemberian santunan kepada siswa siswi yatim, piatu, yatim piatu, dan duafha ini berlangsung, Jumat (07/05) sore.

Baca juga:

“Jadi acara hari ini adalah goalnya dari Pondok Ramadhan yang telah berlangsung 2 minggu lalu. Sudah dua tahun terakhir kami mengadakan kegiatan dan dirangkai dengan santunan,” jelas Koordinator Pelaksana Kegiatan, Rusmiati.

Dijelaskan guru yang akrab disapa Rus itu, terdapat 41 murid sekolah ini yang menerima santunan. Dengan total yang akan disalurkan sekitar Rp 10 juta, selain itu juga ada pemberian sembako, makanan, maupun snack. “Alhamdulillah kemarin bisa menghimpun beberapa dana dari para donatur. Semua bantuan yang kami berikan ini murni dari para donatur. Ada donatur pribadi, ada juga atas nama suatu lembaga,” tambah Rusmiati.

Bahkan beberapa donatur, diakui Rus, berasal dari luar Kota Malang. Seperti Mataram, Jakarta, hingga dari luar negeri. “Saya sangat bersyukur sekali, ketika kami berusaha menyampaikan pada para donatur tentang Gema Ramadhan di SLB ABD Negeri Kedungkandang ini, mereka sangat antusias, responnya bagus sekali. Ada sejumlah 34 dermawan yang berdonasi uang tunai, sedangkan lainnya ada yang berupa makanan, maupun snack,” ujar Koordinator Pelaksana Kegiatan.

Oleh karena mendapat timbal balik yang positif dari para donatur, tahun ini pihaknya mampu menyantuni 41 murid. Bahkan dikatakan Rus, jumlah ini telah melebihi yang ditargetkan. “Makanya kami buat dua sesi, untuk hari ini ada 31 anak yang menerima donasi, 10 siswa lainnya diberikan besok hari Senin. Supaya tidak berkerumun,” kata guru berhijab itu.

Rus beserta seluruh guru di SLB ABD Negeri Kedungkandang ini sangat paham betul kesulitan yang dialami oleh muridnya akibat pandemi. Sebelum covid-19 melanda, masih banyak anak yang bisa merasakan kehidupan yang nyaman. Namun saat ini, tak sedikit orang tua murid yang terdampak pandemi. Sehingga para guru ingin membantu meringankan sedikit beban dengan memberikan santunan pada para murid.

“Kemarinsebelum ada pandemi mungkin mereka masih bisa merasakan enak. Tapi setelah adanya pandemi, beberapa ada yang mengeluh tidak bisa datang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) karena alasan tidak ada transport, dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Sekolah SLB ABD Negeri Kedungkandang, Siti Muawanah Mariyam, sangat menaruh harap bahwasanya giat yang diinisiasi oleh para guru di sekolah ini bisa menjadi tauladan yang baik bagi para murid. “Karena kegiatan ini arahnya adalah mempraktekkan teori-teori yang sudah kita sampaikan secara daring maupun luring saat pembelajaran Pondok Romadhon. Sehingga diharapkan mereka nantinya ada wujud kepedulian sosial baik ke sesama teman maupun kepada orang lain yang membutuhkan,” tambah Siti Muawanah Mariyam.

Tak hanya itu, pihaknya juga ingin membangkitkan percaya diri dan pemikiran para murid, bahwa mereka juga bisa. Sehingga perasaan saling mengasihi sesama pun juga muncul. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut juga menerapkan protokol kesehatan (prokes) sangat ketat. Tidak hanya sekedar mencuci tangan dan menata jarak pada tempat duduk, namun murid yang hadir pun diberi masker medis agar lebih terjaga dari resiko penyebaran Covid-19. (mus/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *