Connect with us

SEKITAR KITA

Jelang Lebaran, Pendataan Keluarga 2021 Probolinggo Capai 90,08 Persen

Diterbitkan

||

Memontum Probolinggo – Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah, Pendataan Keluarga (PK) 2021 yang dilakukan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Probolinggo mulai 1 April hingga 10 Mei 2021 hingga pukul 11.00 WIB sudah mencapai 90,08 persen atau 347.793 keluarga dari target sasaran 383.043 keluarga.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala DPPKB Kabupaten Probolinggo, dr. Anang Budi Yoelijanto, melalui Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan, dr. Liliek Ekowati. “Capaian ini menempatkan Kabupaten Probolinggo masuk dalam 5 besar kabupaten/kota di Jawa Timur dengan prosentase pada aplikasi portal PK21 pusat,” katanya.

Baca juga:

Hanya saja jelas Liliek, untuk pencapaian Pendataan Keluarga 2021 di Kabupaten Probolinggo yang masuk di aplikasi pusat mencapai 74,28 persen atau 284.496 keluarga dari target sasaran 383.043 keluarga.

“Hal ini dikarenakan kita mengentry hasil Pendataan Keluarga 2021 untuk langsung masuk diaplikasi pusat membutuhkan waktu 2 sampai 3 hari. Tetapi target kami, pada akhir Mei 2021 nanti semuanya sudah harus selesai,” jelasnya.

Liliek menerangkan hingga saat ini sudah ada 5 (lima) kecamatan yang sudah selesai melakukan Pendataan Keluarga 2021 meliputi Kecamatan Gending, Banyuanyar, Maron, Lumbang dan Tegalsiwalan. Lima kecamatan ini sudah selesai entry di Kabupaten Probolinggo, tinggal melakukan entry ke pusat.

“Seandainya sampai tanggal 31 Mei 2021 masih belum selesai, sepertinya aka nada kelonggaran waktu. Pasalnya di Jawa Timur saja prosentasenya baaru mencapai 54 persen. Sementara untuk capain terendah berada di Kecamatan Paiton,” ujarnya, Senin (10/05).

Lebih lanjut Liliek menerangkan bahwa dari hasil Pendataan Keluarga 2021 yang sudah dilakukan di lapangan masih terdapat selisih antara target dan capaiannya. Padahal pendataannya sudah selesai dan selisih tersebut sudah dikroscek namun tidak diketahui keberadaannya.

“Selisih data ini bisa dikarenakan yang bersangkutan sudah meninggal dunia atau pindah ke daerah lain tetapi masih belum membuat laporan, sehingga data di masing-masing kecamatan tidak berubah karena menggunakan data target sasaran tahun 2020,” terangnya.

Sementara Kasi Pengendalian Penduduk dan Informasi Keluarga DPPKB Kabupaten Probolinggo, Raditya Utomo, menyampaikan salah satu kendala yang sering dihadapi adalah aplikasi dari pusat yang berubah beberapa kali. Dulu pada awal pendataan memakai versi 2.2.0. Tetapi terakhir memakai versi 2.2.7. Upgrade aplikasi ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja dari aplikasi tersebut.

“Setiap perubahan portal atau aplikasi, kita diinstruksikan tidak melakukan entry data lagi 2 hingga 3 hari. Baru setelah aplikasi berjalan entry data bisa dilakukan lagi. Inilah yang menghambat kecepatan petugas lapangan dalam melakukan entry data,” ungkapnya.

Dalam melakukan Pendataan Keluarga 2021 ini terang, Radit tidak berdasarkan kepada jumlah KK (Kepala Keluarga), tetapi pada jumlah keluarga. Terkadang dalam satu KK itu ada lebih dari satu keluarga.

“Kader yang ada di masing-masing kecamatan memiliki peran yang sangat penting dalam mensukseskan Pendataan Keluarga 2021. Teman-teman kader yang sebagai koordinator di lapangan sangat semangat sehingga mampu berinteraksi langsung dengan masyarakat,” tegasnya.

Radit mengharapkan Pendataan Keluarga 2021 ini pada bulan Mei 2021 sudah selesai. Yang menjadi hambatan adalah pada saat menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2021.

“Sebelum pemungutan suara Pilkades serentak kita off tidak melakukan pendataan. Mendekati hari raya Idul Fitri 1442 Hijriyah ini, para kader pendata kembali bertugas dengan harapan sebelum akhir Mei 2021 Pendataan Keluarga 2021 sudah selesai semua,” harap Kasi DPPKB Kabupaten Probolinggo. (geo/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version